Skripsi
Penulisan teks eksplanasi siswa Kelas xi di SMAN 4 Malang / Selviana Putri
Abstrak
Pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran yang memiliki tujuan untuk menciptakan generasi dengan kemampuan berliterasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu kemampuan literasi dan keterampilan tingkat akhir keterampilan menulis diajarkan di sekolah sebagai aktivitas yang membutuhkan latihan. Faktanya masih banyak fenomena kesulitan dalam menciptakan karangan atau wacana tertulis. Salah satu jenis teks yang membutuhkan analisis dalam memahami suatu fenomena adalah teks eksplanasi. Melalui pendekatan proses kesulitan dan kebuntuan dalam menulis dapat diminimalisasi sehingga kualitas hasil karangan menjadi lebih baik. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil menulis teks eksplanasi peserta didik kelas XI MIPA 3 di SMAN 4 Malang ditinjau dengan taksonomi SOLO. Aspek proses yang diteliti adalah prapenulisan penulisan dan pascapenulisan. Aspek hasil yang diteliti adalah keterkaitan pada setiap dan antarbagian dalam teks eksplanasi. Hasil menulis yang ditinjau dengan taksonomi ini dapat diterapkan sebagai alat pengklasifikasian sederhana tingkat kedalaman berpikir termasuk konsistensi peserta didik dalam menjelaskan topik berbentuk teks. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deksriptif. Sumber data penelitian pada fokus 1 adalah RPP dan pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksplanasi. Data penelitian pada sumber data RPP adalah rangkaian kegiatan inti proses menulis (prapenulisan penulisan dan pascapenulisan). Sementara itu data dari sumber data pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksplanasi adalah ujaran atau tuturan guru dan peserta didik pada proses menulis teks eksplanasi (prapenulisan penulisan dan pascapenulisan). Di lain sisi sumber data pada fokus 2 adalah teks eksplanasi peserta didik. Data penelitian ini adalah data verbal berupa kata frasa klausa dan kalimat pada setiap bagian teks (judul pernyataan umum deretan penjelas dan interpretasi). Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik observasi dan studi dokumen. Peneliti adalah elemen kunci dalam mengumpulkan menganalisis dan menarik kesimpulan pada penelitian ini yang dibantu dengan instrumen pengumpulan data. Langkah-langkah penelitian adalah dengan mereduksi data menganalisis data dan menyimpulkan penelitian. Pengecekan keabsahan dilakukan dengan cara menekuni teori bidang penelitian berdiskusi dengan dosen dan teman sejawat. Berdasarkan hasil penelitian penulisan teks eksplanasi siswa kelas XI di SMAN 4 Malang ditemukan dua simpulan sesuai dengan fokus penelitian. Pertama proses menulis yang dilaksanakan peserta didik kelas XI MIPA 3 adalah tahapan prapenulisan dan pascapenulisan tanpa adanya tahapan penulisan di kelas. Proses Prapenulisan yang dilaksanakan peserta didik yaitu kegiatan menentukan topik dengan ditandai adanya kunjungan di Pasar Splendid. Proses pascapenulisan yang dilakukan peserta didik yaitu kegiatan menyunting teks yang dibimbing guru. Selain itu terdapat ketidaksinkronan atau ketidaksesuaian proses ataupun kegiatan menulis (prapenulisan penulisan dan pascapenulisan) oleh peserta didik di antara pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan RPP pembelajaran menulis teks eksplanasi. Kedua seluruh tingkatan respons teks eksplanasi peserta didik kelas XI MIPA 3 yang berjumlah 5 teks terklasifikasi pada tingkatan yang sama yaitu multistruktural. Tingkat keterkaitan atau hubungan kedalaman multistruktural pada masing-masing teks yaitu (1) ada hubungan di antara deretan penjelas (tidak utuh dalam menjelaskan) dengan interpretasi tanpa ada hubungan dengan bagian lain (2) ada hubungan yang tidak utuh di antara pernyataan umum deretan penjelas dan/atau interpretasi tanpa ada hubungan dengan bagian lain (3) ada hubungan pada keseluruhan bagian (judul pernyataan umum deretan penjelas dan interpretasi) tetapi belum utuh karena terdapat bagian yang belum memiliki keterkaitan yang utuh dengan lainnya dan (4) ada hubungan di antara deretan penjelas (tidak utuh dalam menjelaskan) dengan interpretasi (tidak utuh dalam menginterpretasikan) tetapi ada hubungan dengan bagian lain.