Skripsi
Pengembangan media pop up book berbasis budaya lokal Jember sebagai stimulasi perkembangan kognitif anak usia 5 hingga 6 tahun / Maretha Raudhatul Adista
Abstrak
Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki tugas penting dalam pembentukan karakter dan pengenalan budaya pada anak sejak terlahir ke dunia hingga menginjak usia 6 tahun periode yang krusial untuk perkembangan kognitif fisik sosial dan emosional mereka (Susanto 2021). Di era globalisasi budaya asing dengan mudah masuk ke Indonesia mengancam kelestarian budaya lokal dan jiwa nasionalisme generasi muda (Syahira et al 2021). Oleh karena itu penting untuk menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini melalui pengenalan budaya lokal. Observasi di TK Muslimat NU 47 TK Muslimat NU 62 dan RA Raudlatul Muta rsquo alimin Jember ditemukan permasalahan kurangnya media pembelajaran menyebabkan anak merasa jenuh dalam menyimak materi yang guru sampaikan sehingga anak kesulitan mengingat informasi yang diperolehnya. Selain itu minimnya pengenalan budaya lokal Jember di sekolah dan masyarakat menyebabkan anak tidak mengenal budayanya sendiri. Sehingga perkembangan kognitif yang ditekankan dalam penelitian ini berfokus pada pemahaman anak terhadap budaya lokal Jember. Kemampuan kognitif dapat ditingkatkan melalui penggunaan media pop up book dalam aktivitas (Zulwati et al 2022). Namun saat ini belum ada peneliti yang mengembangkan pop up book berbasis budaya lokal Jember.iKarena itu tujuan pengembangan media pop up book yang diintegrasikan dengan budaya lokal Jember untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usai 5 hingga 6 tahun. Media pop up book yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menstimulasi perkembangan kognitif anak dan memperkuat identitas budaya lokal mereka. Penelitian ini mengadopsi model ADDIE dengan lima langkah. Anak-anak kelompok B berusia 5 hingga 6 tahun di TK Muslimat NU 47 dan RA Raudlatul Muta alimin adalah subjek penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan angket dan observasi serta menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Studi ini menemukan presentasi validasi ahli media dan ahli materi sebesar 95% dan 90% termasuk kategori A yang berarti valid atau layak digunakan. Uji coba kelompok besar dan kecil masing-masing memperoleh presentasi sebesar 94 5% dan 94 6% termasuk kategori A yang berarti layak dan memenuhi kriteria efektif efesien dan menarik untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Maka dapat ditarik garis besar bahwa buku pop up yang berbasis dari budaya lokal Jember cocok untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak usia 5 hingga 6 tahun.