Skripsi
Kemampuan guru dalam menyusun modul ajar berbasis kurikulum merdeka di tk kecamatan klojen kota malang (studi kasus di ba restu 1 Malang, TK Taman Indria 1 Malang, dan TK ABA 9 Malang) / Putri Carissima
Abstrak
Kurikulum Merdeka adalah pembaharuan dari kurikulum lama yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan Indonesia dengan tujuan untuk memberikan keleluasan kepada guru dalam menyusun kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Modul ajar adalah salah satu wujud pengimplementasian Kurikulum Merdeka ke dalam lembaga pendidikan namun masih banyak guru yang cenderung kesulitan dalam menyusun modul ajar dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru di beberapa TK dalam menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang berlokasi di Kecamatan Klojen Kota Malang beserta faktor penghambat yang dialami dan faktor pendukung yang membantu. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan yakni modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang telah disusun beserta hasil wawancara dengan 1 guru dari 3 lembaga TK sebagai perwakilan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara pengamatan dan dokumentasi. Tahap dalam teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan berupa kredibilitas transferabilitas depenabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka di BA Restu 1 Malang TK Taman Indria 1 Malang dan TK ABA 9 Malang termasuk ke dalam kategori cukup karena telah mencantumkan komponen informasi umum berupa identitas modul Profil Pelajar Pancasila sarana dan prasarana dan komponen inti berupa tujuan pembelajaran pemahaman bermakna pertanyaan pemantik kegiatan pembelajaran asesmen. Terdapat kekurangan karena belum mencantumkan kompetensi awal target peserta didik model pembelajaran pengayaan dan remedial LKPD BBGPD glosarium dan daftar pustaka. Faktor penghambat yang dialami para guru meliputi modul ajar membutuhkan banyak lampiran dan terlalu panjang kesadaran diri para guru yang berbeda-beda ketika menyusun modul ajar isi modul ajar terkadang tidak sesuai dengan penerapan kegiatan pembelajaran di kelas dan cenderung kesulitan dalam menentukan media pembelajaran yang sesuai. Faktor pendukung yang membantu guru meliputi telah mendapatkan pelatihan mengenai upaya menyusun modul ajar beserta buku pedomannya para guru dibebaskan untuk bekerja sama dengan rekan guru lainnya untuk menyusun modul ajar dan dapat menyusun modul ajar dengan mudah sesuai dengan program mingguan yang telah dibuat. Penelitian ini tidak dapat sertamerta mewakili kemampuan guru dalam menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka karena termasuk ke dalam penelitian studi kasus.