Skripsi
Analisis laju korosi dan lifetime pada material 316l, 304l, dan carbon steel dalam lingkungan pabrik pupuk za di RT. Petrokimia Gresik (studi kasus di pt.petrokimia gresik) / Wendy Satria Panditatwa
Abstrak
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi dengan lingkungan yang korosif. Korosi juga dapat dipahami sebagai serangan untuk merusak suatu logam akibat logam bereaksi secara kimiawi atau elektrokimia dengan lingkungan. Metode weight loss adalah menghitung laju korosi dengan cara mengukur besarnya kehilangan berat akibat korosi yang terjadi. Lifetime merupakan ukuran umur suatu material terutama logam akibat korosi. Ketebalan dinding maksimum material dikurangi ketebalan dinding minimum kemudian dibagi dengan laju korosi. Morfologi fisik digunakan untuk mengetahui jenis korosi yang terjadi pada material sebelum perlakuan uji dan sesudah mengalami pengujian. Variabel parameter meliputi temperatur sebesar 60 derajat celcius dan 70 derajat celcius. Membandingkan material antara 316L 304L dan Carbon Steel pada ketahanan laju korosi lifetime dan morfologi fisik untuk menentukan jenis korosi pada lingkungan pabrik pupuk ZA. Penelitian yang dilakukan setelah proses uji laju korosi lifetime dan morfologi fisik. Laju korosi menunjukan bahwa material 316L temperatur 60 derajat celcius senilai 2 668 mmpy material 304L bernilai 1 373 mmpy dan material carbon steel bernilai 28 226 mmpy sedangkan pada temperatur 70 derajat celcius pada material 316L bernilai 2 909 mmpy material 304L bernilai 3 276 mmpy dan material carbon steel bernilai 63 64 mmpy. Sedangkan lifetime menunjukkan bahwa material 316L temperatur 60 derajat celcius pada senilai 1 57 year material 304L senilai 0 863 year dan material carbon steel senilai 0 042 year sedangkan pada temperatur 70 derajat celcius pada material 316L senilai 1 44 year material 304L senilai 0 457 year dan material carbon steel senilai 0 015 year. Morfologi fisik material 316L 304L dan carbon steel menunjukkan tergolong korosi jenis korosi erosi.