Skripsi
Analisis peran guru pendamping khusus (gpk) dalam aktivitas pembelajaran anak slow learner di SDN 2 Sumbergedong Trenggalek / Sinta Tin Nur Afiin
Abstrak
Guru Pendamping Khusus (GPK) berperan penting di dalam penyelenggara pendidikan inklusi untuk menunjang keberhasilan belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini berfokus pada peran seorang GPK dalam aktivitas belajar peserta didik slow learner di SDN 2 Sumbergedong Trenggalek. Tujuan dari penelitian ini meliputi (1) menganalisis faktor pendukung dan penghambat GPK dalam aktivitas belajar siswa slow learner di SDN 2 Sumbergedong Trenggalek (2) menganalisis strategi GPK dalam aktivitas pembelajaran siswa slow learner di SDN 2 Sumbergedong Trenggalek (3) menganalisis peran dan tugas GPK dalam menerapkan model pembelajaran anak slow learner di SDN 2 Sumbergedong Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus (case study). Proses pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian diproses dan dianalisis melalui tahapan reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Untuk memeriksa validitas data peneliti menggunakan teknik Credibility Test dan triangulasi Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor pendukung GPK dalam pembelajaran anak slow learner di SDN 2 Sumbergedong Trenggalek adalah terjalinnya komunikasi yang cukup baik antara GPK dan slow learner penggunaan metode dan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak slow learner dan sarana prasarana serta fasilitas sekolah yang dapat menunjang pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat yang dialami GPK dalam pembelajaran anak slow learner adalah kurangnya peran orang tua dalam mendampingi belajar anak saat dirumah kurangnya rasa percaya diri pada siswa slow learner kurangnya konsentrasi anak saat belajar sehingga kesulitan dalam memahami materi. (2) strategi GPK dalam pembelajaran anak slow learner adalah pengulangan materi di setiap sesi akhir pembelajaran penggunaan alat peraga nyata dalam menyampaikan materi kepada anak slow learner penggunaan media visual untuk mempercepat anak dalam menerima materi komunikasi GPK kepada anak slow learner harus intens dengan menggunakan bahasa yang sederhana. (3) peran GPK dalam menerapkan model pembelajaran anak slow learner adalah saat pembelajaran dikelas GPK melakukan perputaran tempat duduk soal untuk ABK termasuk anak slow learner berbeda dengan anak reguler lainnya GPK memodifikasi materi menjadi sebuah cerita menarik karena anak slow learner lebih mudah memahami ketika mendengarkan sebuah cerita. Hasil dari penelitian ini mendukung dan memperkuat teori sebelumnya tentang peran GPK dalam pembelajaran peserta didik slow learner.