Skripsi
Peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan motivasi studi lanjut siswa ke perguruan tinggi di SMA Negeri 1 Singosari / Mafrikhah Uyunnimah
Abstrak
Guru BK sebagai motivator diharapkan dapat merangsang dan membantu siswa untuk terus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi supaya siswa dapat mewujudkan kariernya sesuai dengan cita-cita yang diinginkan. Namun kenyataanya masih banyak siswa yang tidak berminat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sesuai dengan data BPS menunjukan di angka 68 55% siswa yang tidak melanjutkan studi lanjut ke perguruan tinggi. Angka rendahnya minat siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi juga terjadi di sekolah SMA Negeri 1 Singosari terdapat 65% siswa. Rendahnya minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ini disebabkan karena siswa tidak ingin membebankan orang tuanya jika melanjutkan studi dan siswa juga menganggap remeh bahwa dengan melanjutkan ke perguruan tinggi itu tidak menjamin kesukseskan dalam kehidupannya nanti sehingga mereka tidak berminat untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Hal ini ada kaitannya mengenai motivasi siswa yang masih rendah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru BK dalam meningkatkan motivasi studi lanjut siswa ke perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian case studi research (studi kasus) dengan single case design dan bersifat deskriptif. Sumber data penelitian yaitu guru bimbingan dan konseling kepala sekolah wali kelas dan siswa kelas XII. Pengambilan data dengan teknik wawancara observasi dan studi dokumentasi. Dalam pengecekan keabsahan dan kredibilitas data menggunakan teknik triangualasi meliputi triangualasi sumber dan teknik. Analisis data yang dilakukan melalui tahap reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan guru BK dalam memaknai perannya sebagai motivator adalah sebagai pendorong pengarah dan penguat. Makna pendorong ini dengan mendorong semangat siswa makna pengarah ini dengan mengarahkan siswa melalui pendekatan dan makna penguat ini dengan menguatkan siswa dalam bentuk pemberian secara verbal dan apresiasi kepada siswa. Guru BK dalam menjalankan perannya sebagai motivator sesuai dengan pemaknaanya melalui jenis layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan yaitu layanan dasar berupa bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok layanan responsive berupa konseling kelompok dan dukungan sistem berupa kolaborasi dengan para alumni. Strategi yang digunakan guru BK pada bimbingan klasikal dengan menggunakan metode Ekspositori dan Diskusi kelompok menggunakan media video dan power point. Bimbingan kelompok menggunakan diskusi kelompok dengan media power point. Layanan konseling dengan menggunakan konseling humanistik dengan pendekatan clien centered dan dukungan sistem berupa kolaborasi dengan para alumni yang diadakannya acara Eduday. Berdasarkan hasil penelitian peneliti menyarankan (1) bagi guru BK hendaknya mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan motivasi studi lanjut siswa dengan menambahkan metode role playing sinemaedukasi problem based learning (PBL). Kemudian penambahan materi tentang perguruan tinggi dan penambahkan pendekatan saat sesi konseling dengan siswa seperti pendekatan dengan menggunakan pendekatan kognitif Behavior dan REBT yang sesuai dengan kebutuhan siswa supaya dapat mengasah aspek kognitif afektif dan psikomotoriknya sehingga nantinya siswa dapat lebih termotivasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. (2) bagi peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam terkait keefektivitas metode role playing sinemaedukasi problem based learning dan pendekatan konseling menggunakan pendekatan kognitif behavior dan REBT dalam meningkatkan motivasi studi lanjut siswa ke pergurua tinggi.