Skripsi
Pengembangan instrumen tes ipa berbasis kearifan lokal blitar pada siswa sekolah dasar / RATNA LESTARI
Abstrak
Evaluasi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. Akan tetapi masih dijumpai permasalahan dalam kegiatan evaluasi khususnya pada pembelajaran IPA di sekolah dasar salah satunya adalah instrumen tes yang digunakan belum sejalan dengan proses pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA telah mengimplementasikan kearifan lokal akan tetapi dalam evaluasi belum menggunakan soal berbasis kearifan lokal yang ada di Blitar. Dikarenakan keterbatasan waktu pendidik juga jarang menyusun instrumen evaluasi sendiri akan tetapi menggunakan instrumen yang sudah ada atau mengambil soal-soal di internet. Hasil tes yang diperoleh siswa juga belum dilakukan analisis. Oleh karena itu perlu dikembangkan instrumen tes berbasis kearifan lokal yang valid agar proses pembelajaran dan evaluasi dapat selaras. Tujuan penelitian adalah mengembangkan instrumen tes berbasis kearifan lokal yang valid menurut ahli materi dan ahli evaluasi berkualitas baik dari segi validitas butir soal reliabilitas tingkat kesukaran daya pembeda dan kualitas pengecoh praktis menurut guru dan siswa serta efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 8 langkah karena keterbatasan waktu dan biaya. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa SDN 1 Karangtengah sejumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara angket dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa hasil validasi instrumen tes berbasis kearifan lokal sangat valid praktis dan efektif. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan perolehan hasil validasi ahli materi 100% (sangat valid) ahli evaluasi 83 3% (valid). Pada uji skala kecil diperoleh hasil 27 soal dikatakan valid dan 13 butir tidak valid 40 soal dikatakan reliabel dengan hasil ri 0 95 indeks tingkat kesukaran butir tes sebesar 0 68 kategori sedang daya pembeda memperoleh nilai indeks sebesar 0 60 kategori baik. Berdasarkan hasil angket persentase kepraktisan menurut guru adalah 100% dan menurut siswa 93%. Hasil efektivitas mendapatkan nilai 66 7% dengan kategori baik. Pada uji skala besar diperoleh hasil 19 soal dikatakan valid dan 8 butir tidak valid 27 soal dikatakan reliabel dengan hasil ri 0 75 indeks tingkat kesukaran butir tes sebesar 0 70 kategori sedang daya pembeda mendapatkan nilai indeks sebesar 0 41 dalam kategori baik. Kepraktisan menurut siswa sebesar 95 9% dan hasil efektivitas mendapat nilai 73 9% dengan kategori ldquo baik rdquo .