Skripsi
Peran pola asuh orang tua dalam perkembangan keterampilan sosial siswa Tunagrahita kelas 6 SLB Tamima Mumtaz Pujon Malang / Rachmad Vinda Pratiwi
Abstrak
Anak tunagrahita mengalami kesulitan dalam fase perkembangan sosial emosi dan kepribadian saat melakukan aktivitas sehari-hari karena keterbatasan intelektual dan masih kurang memahami cara mengekspresikan diri mereka dan bagaimana emosi mereka harus disesuaikan dengan lingkungannya. Anak tunagrahita memerluhkan penanganan khusus dikarenakan kecerdasan intelektual yang rendah membuat anak kesusahan dalam kegiatan akademik maupun non akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola suh yang diterapkan oleh orang tua anak tunagrahita ringan perkembangan keterampilan sosial serta bagaimana cara meningkatkan ketermpilan sosial anak berkolaborasi dengan guru kelas. Kemudian dilakukan kajian teori mengenai pola asuh yang diterapkan oleh masing-masing orang tua kepada setiap subjek dalam mengajarkan keterampilan sosial yang efektif sesuai dengan karakteristiknya. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan beberapa metode yakni observasi dokumentasi dan wawancara yang dilakukan kepada orang tua subjek SI dan RA serta guru kelas. Wawancara dilakuklan menggunakan instrument penelitian berupa pedoman observasi pola asuh wawancara keterampilan sosial dan dokumentasi aktivitas di sekolah. Pengujian keabsahan menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua SI lebih menggunakan pola asuh permisif atau mengedepankan kebebasan anak dalam memilih dan berpikir tanpa adanya batasan. Sedangakan orangtua RA memilih menggunakan pola asuh demokratis yakni dalam penerapannya terdapat batasan dan atauran yang mengikat namun masih memperhatikan kemampuan dari subjek. Pola Asuh yang diterapkan memiliki persamaan dalam melatih keterampilan sosial pada aspek Kerjasama Tanggung Jawab Kontrol diri dan keikutsertaan atau partisipasi sosial. Memiliki perbedaan pada aspek komunikasi empati cara menyikapi keinginan dan amarah anak. Agar keterampilan sosial anak berkembang dengan baik orang tua perlu memiliki sikap terbuka pada lingkungan memberikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan lingkungan namun tetap tegas dalam memberikan aturan untuk melindungi anak.