Skripsi
Hubungan regulasi diri dan motivasi belajar dengan perilaku membolos siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang / Febylita Wanda Sabatharri
Abstrak
Perilaku membolos merupakan tindakan siswa yang tidak masuk sekolah selama satu hari penuh maupun siswa yang meninggalkan kelas atau tidak mengikuti jam pelajaran tertentu tanpa adanya keterangan atau surat ijin dari pihak yang bersangkutan kepada pihak sekolah. Membolos salah satu unsur penting bagi siswa dalam mengembangkan pribadi dan sosialnya. Hal yang mempengaruhi tingkat perilaku membolos siswa SMA diantaranya regulasi diri dan motivasi belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan regulasi diri dan motivasi belajar terhadap perilaku membolos siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang. Rancangan penelitian ini adalah deskripstif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 350 siswa kelas XI yang terbagi menjadi 12 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling menggunakan undian kelas. Sampel penelitian yaitu 7 kelas XI-A XI-B XI-E XI-G XI-I XI-K dan XI-L dengan jumlah keseluruhan 185 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri skala motivasi belajar dan skala perilaku membolos yang telah lolos uji validitas dan uji reliabilitas. Sebelum melakukan uji korelasi dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas uji linearitas uji multikolinearitas dan uji heteroskesdasitas. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui siswa cenderung memliki tingkat regulasi diri sedang tingkat motivasi belajar tergolong sedang dan tingkat perilaku membolos tergolong rendah. Dari analisis Pearson Product Moment dan korelasi berganda diperoleh hasil uji hipotesis yaitu (1) terdapat hubungan negatif sigfinikan antara regulasi diri dan perilaku membolos atau hipotesis diterima dengan nilai korelasi koefisien sebesar -0 291 yang artinya korelasi antara regulasi diri dan perilaku membolos tergolong rendah (2) terdapat hubungan negatif signifikan antara motivasi belajar dan perilaku membolos atau hipotesis diterima dengan nilai korelasi koefisien sebesar -0 158 yang artinya korelasi antara motivasi belajar dan perilaku membolos tergolong sangat rendah (3) terdapat hubungan simultan signifikan antara regulasi diri dan motivasi belajar dengan perilaku emmbolos atau hipotesis diterima dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0 372 yang artinya korelasi antara regulasi diri dan motivasi belajar dengan perilaku membolos tergolong rendah. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian hubungan regulasi diri dan motivasi belajar dengan perilaku membolos yaitu (1) Bagi guru BK diharapkan dapat memberikan layanan bimbingan dan layanan konseling terkait regulasi diri dan motivsi belajar untuk mencegah terjadinya perilaku membolos (2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas peneltiaan selanjutnya menggunakan variabel maupun faktor lain yang belum diteliti seperti pola asuh orang tua cara guru mengajar dan pengaruh teman sebaya.