Skripsi
Peranan paguyuban dalam belajar untuk pengembangan wisata (studi kasus paguyuban gerakan mandiri Sukolelo pada wisata jempinang rafting Desa Sukolelo) / Ahmad Hadziq Wardana
Abstrak
Penelitian dilakukan guna untuk (1) mendeskripsikan tahapan belajar Paguyuban Gerakan Mandiri Sukolelo dalam pengembangan wisata Jempingan Rafting Desa Sukolelo (2) mendeskripsikan interaksi belajar yang terjadi pada Paguyuban Gerakan Mandiri Sukolelo dalam pengembangan wisata Jempinang Rafting Desa Sukolelo (3) mendeskripsikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh Paguyuban Gerakan Mandiri Sukolelo untuk mengajak masyarakat melalui pengembangan wisata Jempinang Rafting Desa Sukolelo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer berupa informan dan sumber data sekunder berupa dokumen Analisis data yang digunakan yakni kondesansi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan teknik tringulasi sumber triangulasi teknik serta member check pada peneliain ini sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tahapan belajar Paguyuban Gerakan Mandiri Sukolelo dala pengembangan wisata Jempinang Rafting berlangsung dengan menggunakan pengalaman refleksi konseptualisasi dan tindakan terhadap tempat wisata dan pendiri wisata lain (2) interaksi belajar yang terjadi dalam pengembangan wisata Jempinang Rafting Desa Sukolelo melalui belajar secara bersama tingkatan partisipasi masyarakat pada paguyuban tinggi interaksi belajar pada paguyuban asosiatif dan (3) proses pembelajaran melalui tahap penyadaran dan tahap transformasi kemampuan yang berperan sebagai fasilitator. Saran yang diberikan untuk pendamping Paguyuban Gerakan Mandiri Sukolelo adalah untuk mengarahkan anggota dalam menentukan target belajar yang spesifik. Ketua paguyuban Gerakan Mandiri Sukolelo disarankan untuk memberikan motivasi kepada anggota untuk menyempatkan waktu dengan bergabung ke dalam setiap pembelajaran dan mengevaluasi kedua tahapan pemberdayaan. Kepala Desa Sukolelo disarankan untuk memberikan pembelajran secara berkelanjutan untuk ke depannya. Peneliti selanjutkan disarankan untuk meneliti upaya untuk memaksimalkan proses pemberdayaan masyarkat di Desa Sukolelo dan mengembangkan modul untuk memaksimalkan proses pemberdayaan tersebut.