Skripsi
Pengembangan e-book cerita bergambar untuk menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun / Halimah Nur Fa\'izah
Abstrak
E-book cerita bergambar merupakan buku berbasis digital yang berisi cerita dan gambar-gambar pendukung yang didalamnya terdapat QR code yang berfungsi menampilkan animasi dan suara dalam cerita. Hal ini dapat menstimulasi perkembangan bahasa pada anak yang memiliki keterlambatan berbicara atau speech delay pada usia 4-6 tahun. Adanya e-book cerita bergambar dapat memberikan manfaat dan dapat menarik minat anak dalam membaca selain itu juga dapat menambah kosakata anak. Selain itu juga mempermudah orang tua dan pendidik. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk e-book cerita bergambar yang dapat menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun yang layak untuk digunakan. E-book cerita bergambar ini dirancang menggunakan model penelitian dan pengembangan ADDIE. Langkah-langkah pengembangan ADDIE meliputi analyze design development implementation dan evaluation. Dalam produk ini revisi dilakukan setelah mendapatkan kritik dan saran dari ahli media dan ahli materi pada tahap development dan implementation. Dalam penelitian ini dilakukan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengolah data yang diperoleh dari para ahli dan anak. E-book cerita bergambar dapat dikatakan sangat layak digunakan berdasarkan penilaian dari para ahli dan pada saat uji coba ke anak. Hasil penilaian dari ahli media dan ahli materi menunjukkan kriteria ldquo Sangat Layak rdquo dari segi media dan segi materi. Sementara itu hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar memperoleh keterangan ldquo Sangat Layak rdquo digunakan dengan untuk menstimulasi keterlambatan berbicara pada anak usia 4-6 tahun. Hasil dari penelitian ini yaitu anak dapat mengucapkan huruf ldquo R rdquo dan ldquo S rdquo anak dapat mengucapkan kosakata dengan baik/tepat serta anak dapat melakukan pengulangan kata dengan tepat. Berdasarkan hal tersebut maka produk yang dikembangakan peneliti sangat layak untuk digunakan dalam menstimulasi keterlambatan berbicara.