Skripsi
Pengaruh model talking stick terhadap keterampilan berbicara peserta didik kelas II SDN Watesnegoro 1 Kabupaten Mojokerto / Aatarika Iklil Nastiti
Abstrak
Nastiti Aatarika Iklil. (2024). Pengaruh Model Talking Stick Terhadap Keterampilan Berbicara Peserta Didik Kelas II SDN Watesnegoro 1 Kabupaten Mojokerto. Skripsi. Departemen Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Erif Ahdhianto S.Pd. M.Pd. (II) Titis Angga Rini S.Pd M.Pd. Kata Kunci Talking Stick Keterampilan Berbicara Sekolah Dasar Model pembelajaran ldquo Talking Stick rdquo merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya keterampilan berbicara. ldquo Talking Stick rdquo berasal dari kata ldquo Talking rdquo artinya berbicara dan ldquo Stick rdquo artinya tongkat. Jadi ldquo Talking Stick rdquo merupakan tongkat berbicara. Model pembelajaran ldquo Talking Stick rdquo merupakan model pembelajaran berbantuan tongkat. Tongkat digilir ke semua peserta didik bagi peserta didik yang mendapat tongkat maka harus menjawab pertanyaan atau melakukan sesuatu sesuai arahan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model ldquo Talking Stick rdquo terhadap keterampilan berbicara peserta didik kelas II SDN Watesnegoro 1 Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental design jenis Nonequivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini tidak dipilih secara acak. Subjek penelitian terdiri dari kelas IIA sebagai kelas kontrol dan kelas IIB sebagai kelas eksperimen. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan tahap tahap penelitian pendahuluan tahap validasi instrumen tahap uji coba tahap penelitian dan tahap analisis data. Pada tahap validasi instrumen validasi dilakukan oleh ahli instrumen. Setelah instrumen dinyatakan valid maka instrumen akan dilakukan uji coba dan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan uji Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah uji validitas hasil perhitungan dari kedua ahli memiliki tingkat kevalidan sedang dan sangat valid. Peneliti selanjutnya melakukan uji coba instrumen pada kelas lain selain kelas kontrol dan kelas eksperimen dan hasilnya adalah valid. Selanjutnya yaitu uji hipotesis posttest menggunakan uji Mann-Whitney U Test. Nilai yang dihasilkan ldquo Talking Stick rdquo terhadap keterampilan berbicara peserta didik kelas II SDN Watesnegoro 1 Kabupaten Mojokerto.