Skripsi
Transesterifikasi minyak goreng bekas dengan katalis heterogen K2O dari abu kulit kakao dengan bantuan gelombang ultrasonik / Yunita Wulandari
Abstrak
Penelitian terbaru saat ini berfokus pada katalis dari limbah pertanian yang mengandung oksida logam alkali yang bersifat katalitik dan dapat didaur ulang. Tanaman kakao merupakan komoditas unggulan Indonesia yang memiliki kulit yang kaya akan kalium memungkinkan penggunaan kulitnya sebagai katalis untuk produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) kalsinasi dan karakterisasi abu kulit kakao sebagai katalis heterogen (2) sintesis karakterisasi dan identifikasi biodiesel dari minyak goreng bekas dengan katalis abu kulit kakao. Pembuatan katalis kulit kakao dengan dikalsinasi pada variasi suhu 400 deg C 500 deg C dan 600 deg C. Transesterifikasi dengan perbandingan mol minyak goreng bekas terhadap metanol 1 12 dengan variasi konsentrasi katalis 1% 3% dan 5% (b/b) pada suhu 65 deg C menggunakan metode refluks dan ultrasonik. Hasil penelitian setelah kalsinasi menunjukkan kandungan tertinggi K2O pada abu kulit kakao pada suhu 400 deg C 500 deg C dan 600 deg C masing-masing sebesar 92 78% 92 75% dan 92 30%. Hasil sintesis biodiesel katalis K2O yang optimum dihasilkan pada konsentrasi katalis 3% (b/b) dengan hasil rendemen biodiesel sebesar 96 84% pada suhu 600 deg C dengan bantuan gelombang ultrasonik. Karakteristik metil ester yang dihasilkan memenuhi standar SNI biodiesel. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode ultrasonik lebih efektif dalam menghasilkan biodiesel dari katalis abu kulit kakao.