Skripsi
Potensi abu limbah kulit durian lokal Trenggalek sebagai katalis heterogen (K2O) dalam sintesis biodiesel dari minyak jelantah berbantuan gelombang ultrasonik / Inggar Firdaus Hayuningtyas
Abstrak
Pertumbuhan populasi serta ekspansi sektor industri menimbulkan isu permasalahan mendesak berupa peningkatan kontinu pada penggunaan bahan bakar yang menyebabkan semakin berkurangnya ketersediaan minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui. Salah satu solusi yang relevan adalah pengembangan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif dari sumber terbarukan dengan bahan baku potensial berupa limbah minyak jelantah. Salah satu upaya meminimalisir pengotor dan efisiensi proses dalam reaksi transesterifikasi adalah dengan digunakannya katalisator basa padat heterogen K2O dari abu kulit durian lokal Trenggalek sebagai salah satu jenis varietas unggulan nasional yang memiliki kandungan kalium tinggi. Tahapan pada penelitian ini diantaranya adalah pembuatan katalis K2O berupa abu kulit durian terkalsinasi dengan variasi suhu 400 deg C 500 deg C dan 600 deg C selama 5 jam. Reaksi trans-esterifikasi melalui metode refluks dan berbantuan gelombang ultrasonik dengan menggunakan rasio molar metanol dan minyak jelantah 12 1 dengan variasi konsentrasi katalis 1% 3% dan 5% (b/b) pada suhu 65oC. Analisis komposisi katalis menggunakan XRF identifikasi awal biodiesel menggunakan metode KLT pengujian sifat fisik dan kimia biodiesel berupa analisa yield densitas viskositas indeks bias bilangan asam bilangan penyabunan dan bilangan iod serta karakterisasi menggunakan FT-IR dan GC-MS dengan acuan berupa SNI 04-7182 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum sintesis metil ester dengan bantuan gelombang ultrasonik diperoleh pada penggunaan katalis heterogen abu kulit durian Trenggalek yang dikalsinasi pada suhu 600 deg C dengan konsnetrasi 3% b/b terhadap minyak dengan rendemen sebesar 96 24% Komponen utama metil ester. Karakter metil ester didapatkan nilai massa jenis 888 4 kg/cm3 viskositas 4 45 cSt indeks bias 1 457 bilangan asam 0 615 mg KOH/gr bilangan penyabunan 202 77 mg KOH/gr bilangan iod 33 52 mg KOH/gr. Sementara pada hasil transesterifikasi menggunakan metode refluks diperoleh kondisi optimum metil ester pada penggunaan katalis heterogen abu kulit durian Trenggalek yang dikalsinasi pada suhu 600 deg C dengan konsnetrasi 3% b/b terhadap minyak dengan rendemen sebesar 96 24%. Karakter metil ester didapatkan nilai massa jenis 890 8 kg/cm3 viskositas 3 080 cSt indeks bias 1 457 bilangan asam 0 307 mg KOH/gr bilangan penyabunan 203 58 mg KOH/gr bilangan iod 43 92 mg KOH/gr. Berdasarkan hasil analisis GC-MS komponen penyusun biodiesel hasil transesterifikasi minyak jelantah adalah metil dodekanoat (0 78%) metil tetradekanoat (1 14%) metil heksadekanoat (37 67%) metil 9 12-oktadekadienoat (12 02%) metil 9-oktadekenoat (44 89%) metil oktadekanoat (3 50%).