Skripsi
Menilik konstruksi sosial praktik pengobatan tradisional sakit gigi \"tetek untu\" pada masyarakat Kabupaten Blitar / Nila Nandita Sari
Abstrak
Pengobatan tradisional Tetek Untu merupakan pengobatan tradisional untuk mengobati sakit gigi yang masih digunakan hingga saat ini oleh masyarakat Kabupaten Blitar. Penelitian ini memiliki tujuan mengulik praktik Tetek Untu menggali alasan masyarakat memilih Tetek Untu dan menganalisis konstruksi masyarakat dalam pengobatan Tetek Untu dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L.Berger. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik Tetek Untu di Kabupaten Blitar yang dilakukan oleh dukun Tetek Untu dengan menggunakan media kecoa tanah atau ceremende disertai dengan pembacaan mantra dipercaya dapat menghantarkan pada kesembuhan. Terdapat beberapa alasan yang mendasari masyarakat menggunakan pengobatan ini seperti ketidakpuasan atas pengobatan yang telah dilakukan kepercayaan terkait ulat gigi penyebab sakit gigi dan pengalaman keberhasilan orang lain. Konstruksi sosial masyarakat pengguna jasa Tetek Untu dibentuk melalui tiga tahap yakni eksternalisasi objektifikasi dan internalisasi. Proses eksternalisasi terjadi saat individu mulai mencari pengobatan di lingkungan masyarakatnya dan mendapat pengaruh dari berbagai pihak. Proses objektifikasi ditandai dengan individu yang mencoba untuk melakukan Tetek Untu. Proses Internalisasi ditandai ketika individu membenarkan kepercayaan bahwa pengobatan ini dapat membantu menyembuhkan sakit gigi.