Skripsi
Pengaruh ketidakberaturan sudut dalam dan diskontinuitas diafragma terhadap simpangan antar lantai, gaya dalam, dan kinerja struktur bangunan 10 lantai / Muhammad Sandi Fahreza
Abstrak
Kebutuhan hunian yang terus meningkat dan tidak diimbangi dengan kenaikan ketersediaan lahan dapat menyebabkan masalah baru bagi penyediaan hunian di Indonesia. Bangunan hunian vertikal dianggap mampu menjadi solusi permasalahan keterbatasan lahan. Namun akibat adanya keterbatasan ketersediaan lahan pembangunan hunian vertikal terus berkembang dan tidak hanya didesain dengan menggunakan struktur yang beraturan berbentuk persegi namun juga didesain dengan bentuk yang tidak beraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketidakberaturan sudut dalam dan juga diskontinuitas diafragma terhadap perilaku suatu struktur jika dilihat dari simpangan antar lantai gaya dalam dan juga kinerja struktur tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bantuan program SAP2000 V.22. Adapun jumlah model struktur yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 5 model struktur yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok model struktur yang terbagi menjadi kelompok dengan ketidakberaturan sudut dalam kelompok dengan ketidakberaturan diskontinuitas diafragma dan juga kelompok struktur beraturan. Kelima model struktur diberi besaran beban yang sama dan memiliki dimensi komponen struktur yang sama. Analisis pada kelima model struktur dilakukan secara linear dan juga nonlinear menggunakan analisis pushover. Hasil analisis dan perhitungan menunjukkan bahwa ketidakberaturan struktur dapat mempengaruhi simpangan antar lantai gaya dalam dan kinerja struktur suatu bangunan. Ketidakberaturan sudut dalam dan diskontinuitas diafragma berpengaruh terhadap nilai simpangan antar lantai bangunan yang mengalaminya. Dimana ketidakberaturan sudut dalam dapat memperbesar nilai simpangan antar lantai. Sedangkan ketidakberaturan diskontinuitas diafragma dapat memperkecil nilai simpangan antar lantai. Selanjutnya ketidakberaturan struktur sudut dalam menghasilkan gaya aksial dan momen yang lebih besar sedangkan ketidakberaturan diskontinuitas diafragma menghasilkan momen puntir yang lebih besar pada struktur bangunan yang mengalaminya. Ketidakberaturan struktur baik sudut dalam maupun diskontinuitas diafragma juga berpengaruh terhadap kinerja struktur bangunan. Dimana ketidakberaturan struktur dapat menyebabkan penurunan kinerja struktur pada bangunan yang mengalaminya.