Skripsi
Sintesis metil ester dari minyak kulit ayam dengan katalis heterogen (k2o) abu tangkai pisang kepok serta uji potensinya sebagai biodiesel / Alfina Amalia
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah biomassa berupa abu tangkai pisang kepok sebagai katalis heterogen dalam proses sintesis metil ester berbahan dasar minyak kulit ayam. Pemanfaatan ini dinilai berpotensi sebagai bahan bakar biodiesel karena bersifat ramah lingkungan dan memiliki aktivitas katalitik yang baik. Katalis abu tangkai pisang yang digunakan mengalami variasi suhu kalsinasi 400 500 dan 600 . Setiap abu yang telah dikalsinasi pada suhu yang berbeda dikarakterisasi menggunakan XRF. Sintesis metil ester dilakukan dengan metode refluks dan metode homogenizer dengan rasio molar minyak metanol 1 12 pada suhu reaksi 60-65 dan penambahan katalis dengan konsentrasi 1% 3% dan 5%. Karakterisasi dan identifikasi metil ester yang dihasilkan menggunakan FTIR dan GC-MS. Berdasarkan penelitian metil ester dapat disintesis dari minyak kulit ayam menggunakan katalis abu tangkai pisang menggunakan metode refluks maupun homogenizer. Rendemen maksimal metil ester dicapai pada penambahan konsentrasi 3% pada suhu kalsinasi 500 menggunakan homogenizer yaitu sebesar 96 88%. Metil ester yang didapatkan menggunakan metode refluks menghasilkan rendemen tertinggi dengan pada penambahan 3% pada suhu kalsinasi 500 yaitu sebesar 90 44%. Metil ester pada kondisi ini memiliki nilai angka asam sebesar 0 257 mg KOH/g densitas sebesar 888 kg/m3 viskositas sebesar 3 09 mm2/s bilangan penyabunan sebesar 203 783 mg KOH/g bilangan iod sebesar 28 4430 g-I2/100 g dan indeks bias sebesar 1 448. Metil ester yang dihasilkan menggunakan metode homogenizer menghasilkan karakteristik yang belum memenuhi standar SNI 7128-2015 tentang Biodiesel. Sehingga pada penelitian ini metil ester yang dihasilkan menggunakan refluks lebih efektif digunakan sebagai bahan bakar. Pengujian penggunaan katalis dilakukan pada katalis dengan hasil maksimum dan didapatkan hasil bahwa katalis tersebut dapat digunakan kembali hingga dua kali siklus reaksi.