Skripsi
Hubungan interaksi sosial pesantren dan persepsi keluarga terhadap pernikahan ideal alumni santriwati studi kasus santriwati alumni pesantren di Sidoarjo / Ainur Rizqi Zulfa Toyibah
Abstrak
Sidoarjo sebagai kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan keanekaragaman budaya dan sosial memiliki peran penting pesantren dalam pendidikan dan kehidupan sosial. Alumni pesantren sering menghadapi dilema terkait usia ideal pernikahan. Di Sidoarjo pernikahan dini dipengaruhi oleh faktor ekonomi sosial dan budaya dengan usia pernikahan ideal menurut BKKBN adalah 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun untuk perempuan. Pesantren Modern al-Amanah di Krian Sidoarjo merespons isu ini dengan mengedepankan pendidikan tentang hak perempuan kesetaraan gender dan pengembangan diri sebelum menikah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan observasi wawancara dan dokumentasi untuk mengevaluasi hubungan pendidikan pesantren terhadap pandangan pernikahan ideal di kalangan 58 alumni santriwati yang menikah antara 2016-2020. Teknik Total Population Sampling digunakan untuk akurasi data dan analisis dilakukan dengan tabulasi tunggal tabulasi silang dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keluarga memiliki dampak signifikan terhadap pandangan pernikahan ideal dengan nilai korelasi Spearman 0.604 (p 0.000) menunjukkan hubungan kuat dan signifikan. Interaksi sosial pesantren juga berhubungan positif dengan pandangan pernikahan ideal dengan nilai korelasi Spearman 0.292 (p 0.026). Sebaliknya lama pendidikan di pesantren tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan nilai korelasi Spearman -0.017 (p 0.899).