Skripsi
Hubungan parameter iklim terhadap kejadian pneumonia balita di Kota Malang tahun 2017-2022 / Febya Anastasya Haerunnisya
Abstrak
Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita yang disebut Forgotten Killer. Tahun 2014-2019 penyakit infeksi saluran pernapasan menduduki posisi pertama dalam sepuluh penyakit di Kota Malang dengan jumlah kasus fluktuatif. Selama 25 tahun terakhir Malang Raya mengalami peningkatan temperatur sebesar 0 69 deg C. Penelitian ini bertujuan melihat keterkaitan parameter iklim terhadap insiden pneumonia balita di Kota Malang tahun 2017- 2022. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian studi ekologi menurut waktu yang dijalankan di Kota Malang selama periode Februari-Maret 2024 menggunakan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan parameter iklim tidak secara langsung berhubungan signifikan suhu udara (p 0 086) kelembaban udara (p 0.176) curah hujan (p 0.557) kecepatan angin (p 0.209) penyinaran matahari (p 0.806) dan penguapan (p 0 179). Uji korelasi spearman menunjukkan hubungan yang lemah suhu udara (r -0.204) kelembaban udara (r 0.161) curah hujan (r 0.070) kecepatan angin (r -0.150) penyinaran matahari (r 0.029). Uji korelasi pearson product moment variabel penguapan juga menunjukkan hubungan yang lemah (r 0.160). Berdasarkan hasil tersebut penting bagi seluruh anggota keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan pneumonia serta pemantauan faktor iklim secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu mengurangi kejadian pneumonia dan meningkatkan derajat kesehatan.