Skripsi
Perancangan sistem pengukuran kinerja perusahaan menggunakan metode swot balanced scorecard dengan AHP dan OMAX pada PT Wijaya Karya Beton Makassar perancangan sistem pengukuran kinerja perusahaan menggunakan metode SWOT balanced scorecard dengan AHP dan OMAX pada PT Wijaya Karya Beton Makassar / Juara Agung Ananta
Abstrak
Berkembangnya dunia industri yang semakin kompetitif membuat persaingan antar perusahaan semakin ketat. Hal ini membuat banyak perusahaan semakin bersaing untuk menjadi yang terdepan dibidangnya. Namun banyak perusahaan yang malah mengalami penurunan kinerja akibat hanya memperhatikan faktor finansial saja sebagai tolak ukur keberhasilan kinerjanya salah satunya adalah PT Wijaya Karya Beton Makassar. Penilaian kinerja yang hanya didasari atas finansial saja dirasa kurang merepresentasikan kondisi perusahaan karena finansial merupakan hasil akhir dari berbagai proses non finansial yang ada . Oleh sebab itu diperlukan sebuah sistem pengukuran kinerja yang melibatkan faktor non finansial juga didalam nya sehingga cara manajerial perusahaan akan lebih menyeluruh. Penelitian ini berfokus kepada perancangan sistem pengukuran kinerja menggunakan perspektif SWOT balanced scorecard yang melihat dari sudut pandang faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja finansial pelanggan proses bisnis internal dan pembelajaran pertumbuhan. Pembobotan setiap sasaran strategi dan KPI nya menggunakan AHP serta sistem skoring menggunakan OMAX dan TLS Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kuadran 1 diagram SWOT balanced scorecard dengan nilai IFAS sebesar 1.072 dan EFAS sebesar 0.279 yang artinya perusahaan berada dalam situasi kuat dan progresif. Analisis SWOT tersebut menghasilkan 16 alternatif strategi yang diformulasikan menjadi 9 sasaran strategis dalam perspektif balanced scorecard. Melaui sasaran strategis tersebut dihasilkan 22 KPI dalam mengukur ketercapaian kinerja korporat. Pengukuran kinerja dengan skoring OMAX dan TLS menunjukkan bahwa nilai current performance indicator sebesar 5.333 sehingga masuk dalam kategori kuning. Nilai performa akhir perspektif finansial sebesar 3.274 perspektif pelanggan sebesar 0.731 perspekktif proses bisnis internal sebesar 0.55 dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 0.758. Terdapat 8 KPI masuk dalam kategori hijau 3 KPI masuk dalam kategori kuning dan 11 KPI masuk dalam indikator merah. Sehingga perusahaan perlu untuk melakukan perbaikan kinerja khususnya pada KPI yang masuk dalam kategori merah selain itu juga melaksanakan evaluasi dan pengawasan secara keberlanjutan.