Skripsi
Pengaruh sumber fosfat terhadap pertumbuhan chlorella vulgaris yang dikultur bersama bakteri penghasil iaa / Lintang Guritno Cucu Wijaya
Abstrak
Kebutuhan sumber energi di Indonesia terus mengalami peningkatan menurut buku Outlook Energi Indonesia 2019 pada tahun 2018 Indonesia merupakan negara dengan konsumsi energi sekitar 114 million tons of oil equivalent (MTOE) (Tim Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional 2019). Diperlukan energi alternatif dari biomassa organisme salah satunya biodiesel. Chlorella vulgaris merupakan microbial penghasil lipid yang cocok untuk bahan bakar diesel karena mengandung lipid hingga 80%. Chlorella vulgaris membutuhkan fosfor untuk proses pertumbuhan sel. Fosfor didapatkan dari menambahkan pupuk untuk menghasilkan ATP. Selain penambahan pupuk dilakukan Co-culture dengan bakteri penghasil IAA untuk pertumbuhan Chlorella vulgaris. ATP bersama hormon IAA akan mempercepat pertumbuhan sel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sumber fosfat terhadap pertumbuhan C. vulgaris yang dikultur bersama bakteri penghasil IAA. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Non-Faktorial dengan faktor P yaitu perbedaan sumber fosfat dengan tiga taraf perlakuan yang terdiri dari A (kontrol) B (TSP) dan C (SP-36). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kultur Chlorella vulgaris dari Lab Kultur Alga Green house Biologi Universitas Negeri Malang. Bakteri yang digunakan adalah bakteri Delftia sp. isolat 17 sebagai bakteri penghasil IAA dari Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang yang dikultur pada media Gusrina dengan sumber fosfor (Pupuk) yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil sampel co-culture Chlorella vulgaris bersama bakteri penghasil IAA 1 times 24 jam selama 27 hari. Sampel diambil menggunakan mikropipet sebanyak 1 mL lalu dimasukkan dalam mikrotube dan diberi label. Kemudian pertumbuhan sel C. vulgaris dihitung menggunakan metode ruang hitung Petroff-Hausser atau hemositometer dengan mengambil 1 tetes sampel lalu diteteskan di ruang hitung bagian tengah Petroff-Hausser (blok 0 04 mm2) selanjutnya ditutup menggunakan kaca penutup setelah itu diamati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah sel pada 5 blok Petroff-Hausser sebanyak 2 kali. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan dara pertumbuhan sel tertinggi yaitu perlakuan B (TSP) sebesar 2 67 times 106 sel/mL. Kemudian diikuti pertumbuhan sel pada perlakuan C (SP-36) sebesar 2 03 times 106 sel/mL. Pertumbuhan sel terendah yaitu perlakuan A (kontrol) sebesar 1 65 times 106 sel/mL. Penelitian ini disimpulkan bahwa penambahan sumber fosfat berpengaruh terhadap pertumbuhan C. vulgaris dengan jumlah sel tertinggi terdapat pada perlakuan B (TSP) sebesar 2 66 times 106 sel/mL. Penelitian ini diperlukan uji lanjut mengenai kadar pupuk TSP paling optimal.