Skripsi
Pengembangan media pembelajaran desain komunikasi visual berbasis tiktok dengan pendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan motivasi belajar siswa smk / Siti Miftahul Jannah Fahiroh
Abstrak
Konsep ldquo Merdeka Belajar rdquo berdasarkan penelitian Hakiky dkk. (2023) menunjukkan bahwa kurikulum merdeka sangatlah sesuai dengan pendekatan konstruktivisme. Pendekatan ini mendukung siswa untuk aktif mengembangkan pengetahuannya sendiri menciptakan ide kreatif dan berperan aktif dalam pembelajaran sesuai dengan tujuan kurikulum merdeka yang memberikan kebebasan kepada siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Observasi di SMKN 2 Singsosari SMKN 4 Malang dan SMKN 5 Malang menunjukkan penggunaan kurikulum merdeka di kelas XI yang mengalami perubahan pada nama jurusan dan mata pelajaran. Walaupun kurikulum pada sekolah sudah berubah motivasi belajar siswa terlihat masih kurang terlihat dari perilaku siswa yang pasif dan cenderung tidak fokus. Hal ini disebabkan oleh metode pengajaran konvensional yang masih digunakan guru yang masih menggunakan power point dan e-modul yang kurang sesuai dengan karakteristik Gen-Z saat ini yang menginginkan semuanya serba instant dan ringkas. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan pendekatan konstruktivisme yang diintegrasikan dengan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran inovatif. TikTok dengan popularitasnya di kalangan remaja bisa menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model pengembangan 4-D (Four-D Models) oleh Thiagarajan (1974). Langkah-langkahnya meliputi define (Pendefinisian) design (Perancangan) development (Pengembangan) dan disseminate (Penyebaran) dengan prosedur yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian ini. Tujuannya adalah menghasilkan media pembelajaran berbasis TikTok yang diuji kelayakannya untuk melihat peningkatan motivasi belajar pada elemen karya desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis TikTok pada mata pelajaran konsentrasi keahlian desian komunikasi visual (DKV) yang dikembangkan mendapat penilaian dengan kategori rata-rata sangat layak dimana pada ahli media mendapat presentase 94.31% ahli materi mendapat presentase 82.5% uji produk pada kelompok kecil mendapat presentase 79.17% dan uji produk pada kelompok besar mendapat presentase 90.42%. Hasil tingak motivasi belajar juga mengalami peningkatan sebesar 25%. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan cukup meningkatkan motivasi belajar siswa.