Skripsi
Techno-economic feasibility: perencanaan sistem ON-GRID pembangkit listrik tenaga surya untuk aerasi tambak udang / Arya Wahyu Sukma Adji
Abstrak
Pesatnya pertumbuhan industri budidaya udang di Indonesia juga diiringi dengan tingginya biaya produksi yang sebagian besar diakibatkan oleh ketergantungan pada sumber energi berbasis bahan bakar fosil yang dapat mengganggu kestabilan ekosistem. Penelitian ini menyelidiki kelayakan teknis ekonomi dan lingkungan dari penggunaan tiga sumber energi PV grid dan genset untuk menyuplai kebutuhan aerasi tambak udang. Analisis perbandingan tiga skenario dengan skema on-grid dilakukan melalui optimasi penggunaan algoritma Queen Honey Bee Migration (QHBM) dan Grey Wolf Optimization (GWO) yaitu Net Present Cost (NPC) Renewable Fraction (RF) dan Carbon Emission (ECO2). Dari segi teknis diperoleh tarif kelistrikan yang lebih rendah dibandingkan dengan grid yaitu sebesar Rp. 589.968. Hasil optimasi pada parameter NPC RF dan ECO2 menunjukkan skenario 1 algoritma QHBM adalah yang paling optimal. Kondisi ini dibuktikan oleh perolehan 3 parameter yang paling mendekati ketetapan fungsi objektif yaitu NPC sebesar Rp. 3.561.609.225 RF sebesar 26 01% dan ECO2 sebesar 1.484KgCO2e dengan spesifikasi PLTS 655Wp dan jumlah PLTS sebanyak 578 buah. Dari segi ekonomi investasi PLTS tambak udang memperoleh BEP 4 2 tahun dengan Payback Period (PP) didapat pada tahun ke-5 dengan perolehan net cash flow sebesar Rp. 978.823.700 dan nilai ROI sebesar 19% serta nilai NPV sebesar Rp. 11.983.205.765 ditahun yang sama.