Skripsi
Pengaruh skarifikasi kimia dan fisik terhadap viabilitas biji santigi (pemphis acidula J.R.FORST & G.FORST.) / Shakira Chandra Putri Datumaya
Abstrak
Pemphis acidula J.R.Forst. amp G. Forst. atau Santigi merupakan tanaman asli Indonesia yang tersebar hampir di seluruh kepulauan Indonesia dan negara lain. Santigi memiliki banyak manfaat tetapi keberadaannya di alam terancam punah karena berbagai faktor seperti degradasi lahan perubahan iklim dan rendahnya tingkat perkecambahan alami biji. Dalam IUCN Santigi memiliki status Least Concern dan memiliki population trend yang decreasing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi kimia dan fisik terhadap viabilitas biji Santigi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan enam perlakuan yaitu kontrol perendaman air suhu ruang selama 24 jam perendaman air panas 80 deg C selama 6 jam perendaman larutan asam sulfat (H2SO4) 10% selama 1 menit perendaman larutan asam giberelat (GA3) 250 ppm selama 24 jam dan penusukan kulit biji. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk gambar dan tabel kemudian dianalisis secara kualitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan skarifikasi yang diterapkan tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya kecambah biji Santigi. Rendahnya daya kecambah ini diduga karena sebagian besar biji yang digunakan tidak viabel atau kosong yang dibuktikan dengan cut test yang menunjukkan sebagian besar biji tidak memiliki embrio dan endosperma.