UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Proses self healing pada wanita dewasa awal pasca putus cinta / Adinda Rizqika Amalia

Amalia, Adinda Rizqika - Nama Orang;

Abstrak
Putus cinta adalah proses emosional untuk mengakhiri sebuah hubungan romantis. Proses ini melibatkan dua orang yang memutuskan untuk berpisah dan menempuh jalan masing-masing. Terdapat banyak hal yang menyebabkan putus cinta. Beberapa diantaranya adalah perselingkuhan hubungan toxic. Saat hubungan yang dijalin berakhir wajar bagi seseorang yang mengalaminya untuk merasakan sedih. Namun sedih yang berlebihan juga membawa dampak yang tidak baik. Jadi perlu adanya sebuah pengelolaan emosi yang tepat agar menimbulkan adanya kebahagiaan dan suasana hati yang positif yakni melakukan serangkaian proses self healing. Selain itu proses self healing pasca putus cinta ini juga terdapat proses pembelajaran didalamnya karena setiap proses belajar tidak langsung instan menginginkan hasil dari belajar tersebut pasti membutuhkan yang namanya proses yang lama agar hasilnya maksimal dalam mencapai tujuan proses self healing tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Selain itu data dikumpulkan melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan data melalui observasi dan wawancara reduksi data melalui pengkodean pengolahan data ke dalam sajian tertentu dan validasi kesimpulan. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Slorok Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses self healing dari wanita dewasa awal. Dari hasil observasi yang terjadi terdapat wanita dewasa awal yang mengalami putus cinta di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses self healing yang dijalani informan terdiri dari beberapa tahap. Tahapan tersebut antara lain mengenal diri sendiri menerima diri sendiri melepaskan merefleksikan diri dan bersyukur. Ketika kita menjalani setiap fasenya akan selalu melibatkan proses belajar. Belajar yang dilakukan dalam self healing adalah pendidikan informal. Pembelajaran terjadi tanpa disengaja dan tanpa disadari. Akibatnya proses belajar dan kemampuan individu untuk menyerap pelajaran berperan besar dalam keberhasilan proses self healing. Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses pembelajaran mempengaruhi keberhasilan penyembuhan diri. Hasilnya penelitian ini menunjukkan bahwa penyembuhan diri dapat dipelajari dan dipraktikkan setiap hari. Oleh karena itu peneliti menyarankan agar diadakan program pelatihan self-healing untuk korban pasca putus cinta. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai self-healing. Self-healing tetap menjadi teknik kuratif dalam menangani masalah putus cinta.


Informasi Detail
DDC
-
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, 2024.
Deskripsi Fisik
xi, 103 hlm. : ilus.
Bahasa
Indonesia
No Reg
4309/RS/24
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. SELF HEALING - WANITA DEWASA AWAL
2. SELF HEALING - PASCA PUTUS CINTA
3. SELF HEALING - EARLY ADULT WOMEN

Pembimbing
1. Dr. Hj. Umi Dayati, M.pd; 2. Rezka Arina Rahma, S.pd, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik