Skripsi
Sintesis hijau katalis cao nanopartikel menggunakan ekstrak eceng gondok sebagai agen pelindung dan aplikasinya pada reaksi trans-esterifikasi minyak jelantah / Nabila Sihab
Abstrak
Beberapa dekade terakhir minyak sawit telah menjadi topik perbincangan yang sangat besar karena penggunaannya sebagai minyak goreng kian meningkat. Hal ini menghasilkan limbah minyak jelantah yang melimpah sehingga perlu dilakukan pengolahan dengan mengonversi minyak jelantah menjadi biodiesel melalui reaksi trans-esterifikasi. Penelitian tentang penggunaan berbagai katalis telah berkembang salah satunya yaitu pembuatan katalis heterogen nanopartikel dengan metode sintesis hijau dari tumbuhan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan katalis CaO nanopartikel menggunakan ekstrak eceng gondok sebagai agen pelindung dan aplikasinya pada reaksi trans-esterifikasi. Metode yang digunakan dalam reaksi trans-esterifikasi minyak jelantah pada penelitian ini adalah refluks dan ultrasonikasi. Minyak jelantah dirafinasi menggunakan zeolit aktivasi setelah itu dilakukan proses esterifikasi untuk menurunkan kadar FFA. Produksi biodiesel menggunakan rasio molar metanol dan minyak 1 12 dengan variasi konsentrasi katalis CaO NPs 2% 4% 6% dan 8% (b/b). Hasil rendemen paling besar didapatkan pada katalis 6% dengan metode ultrasonikasi sebesar 83 4%. Karakterisasi katalis dengan pungujian menggunakan SEM menghasilkan ukuran partikel 43 61 nm dan analisis XRF mengandung Ca sebanyak 90%. Menurut SNI 04-7182 2015 hasil karakterisasi fisik metil ester yang didapatkan sudah memenuhi standar dengan densitas 0 88 g/mL viskositas 2 7 Cst Indeks bias 1 442 dan dapat menyala. Sedangkan hasil identifikasi GC-MS memiliki kandungan metil ester sebesar 99 08% dengan kandungan paling besar pada metil oleat 43 60% metil palmitat 33 84% dan metil oktadekanoat 7 19%.