Skripsi
Optimasi pembuatan asam laktat dari tandan kosong kelapa sawit dengan metode separate hydrolysis and fermentation (shf) dan simultaneous saccharification and fermentation (ssf) menggunakan bakteri lactobacillus delbrueckii / Fariska Nur Nazilah
Abstrak
Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit nomor satu di dunia yang menghasilkan limbah padat sangat melimpah namun memiliki nilai ekonomi yang cukup rendah salah satunya adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). TKKS merupakan limbah lignoselulosa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan asam laktat. Kebutuhan asam laktat dunia selalu meningkat setiap tahunnya hal ini disebabkan oleh pemanfaatan asam laktat yang sangat luas salah satunya sebagai polimer Poly Lactic Acid (PLA). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi produksi asam laktat dari TKKS menggunakan bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. delbrueckii dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus melalui metode Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF) dan Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Pada proses hidrolisis dilakukan optimasi konsentrasi substrat (5 10 30 50 dan 75 g/L) dan variasi penambahan nutrisi bakteri. Selanjutnya hidrolisat difermentasi dengan menambahkan bakteri untuk menghasilkan asam laktat. Pada proses fermentasi dilakukan optimasi pH (4 5 5 5 6 6 5 dan 7) dan suhu (40 dan 50 deg C) dengan tujuan untuk mengoptimalkan produksi asam laktat. Produksi asam laktat maksimum diperoleh pada substrat 5 g/L pH 5 5 suhu fermentasi 50 deg C dengan penambahan nutrisi bakteri. Penggunaan dua metode berbeda pada optimasi ini menunjukkan proses SSF lebih efisien karena menghasilkan yield yang cukup tinggi dengan waktu proses lebih singkat. Pemilihan bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. delbrueckii dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus sebagai agen fermentasi menunjukkan hasil asam laktat yang diperoleh hampir sama.