Skripsi
Pengaruh jenis air pada co-culture mikroalga dengan bakteri penghasil iaa (indole acetic acid) terhadap pertumbuhan Chlorella Vulgaris / Shinta Ayu Nawangsasih
Abstrak
Energi merupakan kebutuhan primer yang sangat krusial bagi kehidupan manusia. Berdasarkan data bauran dari Kementerian ESDM RI tingkat konsumsi energi fosil di Indonesia hampir mencapai 90 82% pada tahun 2019 sementara energi terbarukan memiliki persentase terendah mencapai 9 18%. Upaya untuk mengantisipasi permasalahan defisit energi fosil dapat dilakukan budidaya mikroalga sebagai sumber energi terbarukan dengan metode co-culture. Co-culture merupakan metode alternatif yang dapat dilakukan dengan mengkultur mikroalga bersamaan bakteri penghasil IAA. Media kultur yang digunakan berasal dari jenis air yang berbeda untuk mengetahui pengaruh kepadatan sel Chlorella vulgaris pada setiap perlakuan. Perbedaan jenis air yang digunakan untuk media kultur mengandung unsur hara mikronutrien dan makronutrien yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan media kultur air sumur (S) mempunyai kepadatan sel tertinggi sebesar 14x106 sel/mL perlakuan media kultur air PDAM (P) memiliki nilai sebesar 11 96x106 sel/mL perlakuan media kultur air danau (D) sebesar 10 28x106 sel/mL sedangkan kepadatan sel pada perlakuan media kultur akuades (A) memiliki nilai terendah sebesar 6 69x106 sel/mL. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa perlakuan media kultur air sumur (S) memiliki potensi untuk dijadikan media pertumbuhan Chlorella vulgaris.