Skripsi
Analisis stabilitas proses transfer switch pada PLTS dan PLN / Setyobudi Tri Utomo
Abstrak
PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dengan sumber listrik cadangan berupa listrik PLN menjadi pilihan masyarakat karena dengan sumber sekunder pengguna tidak diharuskan membangun PLTS atap berkapasitas besar dan tidak diharuskan juga memproses perizinan ke PLN (Perusahaan Listrik Negara) dikarekan sistem PLTS tidak terhubung ke PLN. Automatic Transfer Switch (ATS) adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk melakukan kontrol secara otomatis terhadap peralihan sumber listrik. Keterbaruan dalam penelitian ini membahas kestabilan proses transfer switch pada automatic transfer switch PLTS dan PLN. ATS yang digunakan adalah ATS dengan komponen switching semikonduktor dalam hal ini menggunakan triac yang dikontrol oleh mikrokontroler ESP 8266 dengan bantuan optoisolator triac driver MOC 3063 yang mana telah dilengkapi dengan rangkaian zero crossing. Dari rangkaian ATS yang telah dibuat dilakukan pengujian dan analisis kestabilan pada saat proses transfer switch. Indikator kestabilan dilihat dari peristiwa transien osilasi dan fluktuasi. Pengujian dilakukan menggunakan tiga beban yang berbeda yaitu beban solder beban kipas angin dan beban charger handphone. Setiap jenis beban dilakukan 35 kali pengujian perpindahan dari PLTS ke PLN dan 35 kali perpindahan dari PLN ke PLTS. Hasil pengujian menunjukkan proses transfer switch berjalan dengan cukup baik dan stabil. Tidak ditemukan peristiwa ketidakstabilan listrik yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap sistem kelistrikan. Hanya terjadi sedikit kenaikan peak voltage pada satu gelombang pertama pasca switching. Kenaikan tersebut masih tergolong aman karena nilainya tidak melebihi 5% sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik 2011. Dalam proses transfer switch terjadi jeda padam listrik sesaat karena terdapat delay yang diatur selama 80ms. Dengan delay tersebut rata-rata waktu peralihan sebesar 57 67ms