Skripsi
Analisis survival dengan regresi cox proportional hazard dan survival support vector machine pada kasus financial distress perusahaan sektor industri barang konsumsi / Niken Larasati
Abstrak
Krisis keuangan adalah tantangan serius bagi perusahaan di tengah dinamika ekonomi global terutama saat pandemi Covid-19. Sektor industri barang konsumsi menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi akibat berkurangnya permintaan dan penjualan. Apabila hal tersebut tidak ditangani dengan baik maka dapat mengakibatkan kondisi financial distress. Financial distress merupakan kondisi kesulitan keuangan perusahaan yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan apabila tidak ditangani dapat menyebabkan kebangkrutan. Penelitian ini menganalisis faktor apa saja yang memengaruhi financial distress pada sektor ini. Faktor yang dianalisis mencakup Debt to Asset Ratio (DAR) Current Ratio Cash Ratio Gross Profit Margin (GPM) Net Profit Margin (NPM) umur perusahaan dan ukuran perusahaan. Penelitian ini menerapkan metode Springate untuk memprediksi financial distress. Data diambil dari 59 perusahaan yang melaporkan keuangan dari triwulan I 2020 hingga triwulan III 2023 pada Bursa Efek Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa 69 5% perusahaan mengalami financial distress. Model Survival Support Vector Machine (SVM) terbaik dengan menggunakan kernel Radial Basis Function (RBF) menghasilkan nilai c-indeks sebesar 99 393% yang lebih unggul dibandingkan model Cox Proportional Hazard dengan c-indeks sebesar 78 4%. Dari pemodelan menggunakan regresi Cox Proportional Hazard faktor-faktor seperti Debt to Asset Ratio (DAR) umur perusahaan dan Net Profit Margin (NPM) memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko financial distress pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dengan nilai dari hazard ratio masing-masing variabel adalah 1 335 0 680 dan 0 762. Selain itu berdasarkan nilai median dari prognostik indeks 29 perusahaan dikelompokkan ke dalam kategori high risk dan 30 perusahaan dikelompokkan ke dalam kategori low risk.