Skripsi
Efektivitas teknik sosiodrama dalam mencegah kecenderungan moral disengagement pada siswa SMA/ Rihadatul Aisy
Abstrak
Moral disengagement merupakan kecenderungan individu yang kurang memiliki kemampuan untuk mengontrol perilakunya sehingga cenderung melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan standar moral di lingkungannya. Moral disengagement ini digunakan sebagai pondasi individu ketika akan berbuat yang tidak etis menyakiti orang lain dan melanggar moral untuk kepentingan dirinya sendiri. Apabila moral disengagement ini terus ada dalam diri siswa maka dapat berdampak negatif bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Untuk itu perlu untuk memberikan layanan bimbingan klasikal dengan teknik sosiodrama yang mencerminkan 8 dimensi moral disengagement untuk mencegah agar tidak muncul dalam diri siswa. Sosiodrama merupakan permainan peran yang bertujuan untuk memecahkan masalah sosial yang muncul pada hubungan manusia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas teknik sosiodrama dalam mencegah kecenderungan moral disengagement pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif pre-eksperimental berjenis one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu kelas X dan XI yang berjumlah 259 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan subjek penelitian yaitu kelas XI-2 sebanyak 25 orang yang termasuk dalam kategori rendah dan sedang. Instrumen yang digunakan yaitu skala moral disengagement. Siswa diberikan pretest layanan dengan teknik sosiodrama selama 3 kali pertemuan serta posttest. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 25 untuk melakukan pengujian statistika deskriptif dan statistik non parametrik dengan jenis Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Asymp.sig sebesar 0 000 yang berarti kurang dari lt 0 05 sehingga hipotesis alternatif diterima yang artinya teknik sosiodrama efektif dalam mencegah kecenderungan moral disengagement pada siswa. Oleh karena itu diharapkan dengan pemberian layanan bimbingan klasikal dengan teknik sosiodrama ini dapat mencegah agar moral disengagement pada siswa tidak semakin meningkat. Hal ini dikarenakan dengan adanya moral disengagement pada diri siswa maka dapat berakibat pada pembentukan perilaku negatif lainnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa teknik sosiodrama efektif dalam mencegah kecenderungan moral disengagement pada siswa. Adapun saran dari peneliti antara lain (1) bagi guru bimbingan dan konseling dapat memberikan layanan dengan teknik sosiodrama dalam mencegah kecenderungan moral disengagement (2) dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan menambahkan kelompok kontrol serta dapat memberikan layanan untuk menurunkan tingkat moral disengagement pada siswa yang memiliki tingkat moral disengagement tinggi.