Skripsi
Optimasi produksi keratinase oleh bacillus proteolyticus GAM15 dengan menggunakan response surface methodology / Hemas Amanta Fimang
Abstrak
Seiring bertambahnya produksi daging di Indonesia maka semakin banyak limbah kulit yang dihasilkan. Kulit sering kali digunakan sebagai bahan baku produk fashion seperti pakaian ikat pinggang tas jaket dan sepatu. Sebelum menjadi kulit siap guna kulit memiliki proses panjang sebelum siap digunakan. Salah satunya adalah proses dehairing atau penyamakan kulit. Umumnya metode yang digunakan untuk proses dehairing adalah dengan menggunakan Na2S penggunaan Na2S dapat membahayakan tubuh dari gangguan pernafasan hingga kematian. Oleh karena itu perlu dilakukan metode alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu metode ramah lingkungan adalah metode enzimatik menggunakan keratinase yang disekresikan oleh bakteri Bacillus proteolyticus GAM15. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum produksi keratinase yang mempengaruhi cepat atau lambatnya proses dehairing. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan kondisi optimum produksi keratinase dengan menggunakan tiga pendekatan metode yaitu One Factor at A Time (OFAT) Plackett Burman Design (PBD) dan Response Surface Methodology (RSM). Hasil uji pendahuluan OFAT diperoleh faktor-faktor dengan nilai aktivitas keratinase tertinggi yaitu pH suhu dan jumlah inokulum. Dari ketiga faktor inilah diperoleh faktor-faktor yang signifikan terhadap produksi keratinase Bacillus proteolyticus GAM15 yaitu pH dan suhu. Selanjutnya dengan RSM didapatkan kondisi optimum yaitu pH dan suhu dengan prediksi aktivitas keratinase U/mL dan nilai aktivitas keratinase yang didapatkan dari uji lab U/mL.