Tesis
Analisis miskonsepsi materi virus menggunakan four tier diagnostic multiple choice test pada siswa sma di Malang / Karin Anindita Widya Pitaloka
Abstrak
Miskonsepsi merupakan ketidaksamaan konsep dan persepsi yang dipahami oleh siswa dengan para ahli karena bertentangan dengan pemahaman awal yang diterima. Persepsi siswa yang tidak sesuai dengan konsep bisa berdampak pada keselahan konsep yang dapat merusak dasar pengetahuan sehingga terjadi miskonsepsi. Dalam pembelajaran biologi virus adalah salah satu dari banyak materi yang membutuhkan pemahaman yang lebih dikarenakan siswa dituntut untuk bisa menggambarkan bagaimana bentuk dan strukturnya. Pemahaman siswa terkait konsep virus dapat digunakan sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Siswa perlu mendapatkan pengetahuan tentang materi virus terutama penyakit yang disebabkan oleh virus bagaimana virus menyebar bagaimana mencegah penularan dan bagaimana mengobatinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kategori keputusan jawaban pada siswa SMA di malang berdasarkan instrumen four tier diagnostic test (2) mengetahui miskonsepsi siswa SMA di Malang pada materi virus berdasarkan instrumen four tier diagnostic test dan (3) mengetahui hambatan dalam mempelajari materi virus pada siswa SMA di Malang. Instrument yang digunakan yaitu four-tier diagnostic multiple choice test. Four-tier diagnostic multiple chooice test ada 5 kategori keputusan yaitu scientific conception lack of knowledge false positive false negative dan misconception. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik sampling purposive random sampling. Sampel dalam penelitian ini 477 siswa SMA di Malang dengan karakteristik vi sampel yaitu siswa yang sudah mempelajari materi virus. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian ada 2 kriteria pada kategori keputusan jawaban berdasarkan instrumen four-tier diagnostic test. Kategori keputusan jawaban dengan kriteria rendah yaitu scientific concept lack of knowledge false positive dan false negative dengan rerata persentase sebesar 10.6% 26.8% 8.10% dan 10%. Sedangkan kategori keputusan jawaban dengan kriteria sedang yaitu misconception dengan rerata persentase sebesar 44.4%. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat miskonsepsi materi virus pada siswa SMA di Malang Raya. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi pada setiap subkonsep materi virus menunjukkan 2 kriteria yaitu sedang dan tinggi. Miskonsepsi yang masuk dalam kriteria sedang yaitu subkonsep ciri dan struktur virus virus RNA dan virus DNA serta daur hidup virus. Persentase miskonsepsi yang terjadi pada kriteria sedang sebesar 37.11% 47.10% dan 57.16%. Sedangkan miskonsepsi yang masuk dalam kriteria tinggi yaitu subkonsep peranan virus dengan persentase sebesar 58.27%.. Hasil penelitian menunjukkan hambatan siswa dalam mempelajari materi virus jika diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah yaitu buku (36.98%) guru (36.60%) minat siswa dalam mempelajari materi virus (34.1%) dan siswa merasa sulit untuk memvisualisasikan materi virus (29.2%). Sangat penting untuk melakukan penelitian tentang miskonsepsi materi virus pada siswa SMA di Malang yang menggunakan tes diagnosis four tier. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pendidik wawasan yang mendalam tentang bagaimana meningkatkan efektivitas pengajaran materi virus di sekolah menengah atas