Skripsi
Analisis perbandingan perhitungan volume pekerjaan struktur antara perhitungan konvensional dengan building information modeling pada proyek pembangunan hotel praktek Sekolah Tinggi Pariwisata Bali / Dymas Bagus Bakhtiar
Abstrak
Selain pendidikan dan kesehatan infrastruktur merupakan salah satu pengeluaran pembangunan terbesar oleh karena itu pengendalian dan realisasi biaya harus dilakukan dengan cermat dengan menggunakan aplikasi BIM. Implementasi BIM diterapkan pada proyek pembangunan Hotel Praktik Sekolah Tinggi Pariwisata Bali. Penelitian ini berguna untuk mengetahui perbandingan volume pekerjaan struktur dengan BIM dan perhitungan metode konvensional yang kemudian hasilnya dapat digunakan sebagai saran dan bahan pertimbangan dalam mendesain bangunan pada lokasi lainnya yang mempunyai karakteristik bangunan yang hampir sama. Dengan dicarinya nilai Quantity Take Off pada tian pekerjaan struktur diharapkan menghasilkan perhitungan volume pekerjaan struktur yang lebih akurat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan komparatif serta melakukan permodelan revit dan perhitungan secara konvensional berdasarkan gambar DED untuk mendapatkan volume metode BIM dan metode konvensional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa volume kolom hasil metode BIM sebesar 644 58 m3 dan volume hasil metode konvensional sebesar 664 79 m3 sehingga terdapat selisih 20 21 m3 atau 3 04%. Volume balok hasil metode BIM sebesar 700 21 m3 dan volume metode konvensional sebesar 760 98 m3 sehingga terdapat selisih 60 77 m3 atau 7 99%. Volume pelat lantai hasil metode konvensional sebesar 1500 73 m3 dan volume metode konvensional sebesar 1526 61 m3 sehingga terdapat selisih 25 88 m3 atau 1 70%. Perbedaan volume beton tertinggi terdapat pada pekerjaan balok karena adanya perpotongan antara balok dan kolom yang mana pada permodelan BIM telah tereduksi secara otomatis sehingga menghasilkan perhitungan yang lebih efisien. Berdasarkan uji statistik terhadap volume beton menunjukkan bahwa volume beton pada kolom diperoleh nilai p-two tail sebesar 0 003 lt 0 05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada volume kolom antara kedua metode. Pada volume balok diperoleh nilai p-two tail sebesar 0 00001 lt 0 05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada volume balok antara kedua metode. Pada volume pelat lantai diperoleh nilai p-two tail sebesar 0 00019 lt 0 05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada volume pelat lantai antara kedua metode. Adanya perbedaan yang signifikan pada kedua metode tersebut jika diaplikasikan dalam proyek maka akan berdampak biaya yang diperkirakan lebih tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan BIM dalam perhitungan BOQ menghasilkan perhitungan yang efektif dan efisien.