Skripsi
Pengembangan deteksi cemaran dna tikus (RATTUS SP) dalam bakso daging sapi (BOS TAURUS) dengan biomarker ND5 menggunakan metode polymerase chain reaction / Dimas Dwi Luqman Hakim
Abstrak
Jumlah umat Muslim di seluruh dunia terus meningkat. Data dari Islamic Development Index (IDI) menunjukkan bahwa jumlah umat Muslim dunia pada tahun 2018 mencapai 1 8 miliar dan diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya Peningkatan ini sebanding dengan permintaan produk makanan halal kosmetik dan obat-obatan. Salah satu upaya pemerintah untuk memastikan bahwa produk halal yang beredar dipasaran terjamin kualitasnya dengan UU No 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Namun masih banyak kasus penyelewengan produk halal salah satunya dengan pengoplosan dan daging tikus yang termasuk daging tidak halal. Pencampuran daging non-halal seperti tikus babi dan anjing pada makanan olahan secara luas bertujuan untuk menekan biaya produksi sedangkan inovasi terbaru dari teknologi pengemasan makanan dewasa ini juga mempersulit atau tidak mungkin untuk mendeteksi dan mengidentifikasi komponen makanan secara fisik. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian mengenai deteksi lebih lanjut menggunakan metode yang lebih spesifik dan sensitif seperti PCR. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pasangan primer spesifik berbasis urutan gen ND5 tikus lokal Kota Malang yang dapat mengidentifikasi keberadaan DNA tikus dan limit deteksinya dalam bakso daging sapi yang tercemari daging tikus. Penelitian dilakukan secara laboratoris dan terdiri dari sembilan tahapan yaitu (1) Desain dan sintesis primer amplifikasi gen total ND5 (2) Isolasi DNA tikus dan sapi (3) Amplifikasi gen total ND5 dan sekuensing (4) Analisis urutan gen total ND5 (5) Desain primer dan sintesis untuk identifikasi DNA tikus (6) Uji sensitivitas masing masing pasangan primer dalam membedakan DNA tikus dan DNA sapi menggunakan DNA murni (7) Uji keberadaan DNA tikus dalam campuran DNA murni tikus dan sapi (8) Uji limit deteksi menggunakan DNA murni tikus dan sapi (9) Uji limit deteksi menggunakan DNA hasil isolasi campuran daging tikus dan daging sapi mentah dan olahan. Pasangan primer spesifik pertama dengan sekuens forward 5 rsquo -ATCGCAGCCACAGGAAAATC-3 rsquo reverse 5 rsquo -TGTCGTTTTGAGTGAGTGCG-3 rsquo dan pasangan primer spesifik ketiga dengan sekuens forward 5 rsquo -CAACTCCCGTATCTGCCCTA-3 rsquo reverse 5 rsquo - GGCTAGATGTGGAGAAGGCT-3 rsquo dapat membedakan DNA sapi dan DNA tikus yang digunakan sebagai template pada cocktail PCR. dan mempunyai limit deteksi 500 fg/ micro l dalam bakso sapi