Disertasi
Pengembangan model pembelajaran reclif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, pengambilan keputusan sosiosaintifik, dan hasil belajar kognitif siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Kota Pontianak / Handy Darmawan
Abstrak
Keterampilan abad ke-21 penting dimiliki oleh siswa untuk lebih terampil dalam belajar dan berinovasi menggunakan teknologi informasi dan media informasi serta bekerja dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup. Siswa perlu menguasai berbagai keterampilan abad ke-21 termasuk keterampilan berpikir kritis berpikir kreatif pengambilan keputusan sosiosaintifik. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis berpikir kreatif pengambilan keputusan sosiosaintifik masih rendah dan perlu diperkuat. Keterampilan berpikir kritis siswa di Kota Pontianak diperoleh sebesar 81 25% berkategori tidak terampil. Keberhasilan pengerjaan tes berpikir kreatif siswa SMA di Kota Pontianak hanya 25%. Hasil tes keterampilan pengambilan keputusan sosiosaintifik menunjukkan bahwa siswa masih lemah dalam menggambarkan mengembangkan dan mengevaluasi solusi untuk permasalahan. Studi pendahuluan menunjukkan 56% guru masih belum melakukan pemberdayaan keterampilan berpikir kritis berpikir kreatif dan pengambilan keputusan sosiosaintifik dalam pembelajaran di kelas dan belum melakukan inovasi dalam pembelajaran termasuk menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Fakta lainnya menunjukkan hasil pengukuran tes keterampilan berpikir kritis diperoleh rerata nilai 47 58 berkategori sedang keterampilan berpikir kreatif 48 54 berkategori sedang keterampilan pengambilan keputusan sosiosaintifik 51 20 berkategori sedang dan hasil penilaian rapor untuk mata pelajaran biologi diperoleh rentangan nilai rerata 57 29-67 62 belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yakni 75. Pembelajaran yang melibatkan keterampilan berpikir dalam memecahkan masalah dapat diajarkan dengan model Problem-Based Learning. Namun model Problem-Based Learning sering gagal untuk memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Kegagalan disebabkan guru kesulitan mendesain permasalahan serta instruksi penugasan sulit dipahami siswa sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan beban kognitif terutama pada pebelajar pemula. Berdasarkan fakta dan permasalahan maka perlu dirancang sebuah solusi dengan mengembangkan model pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk berhubungan dengan konteks dunia nyata dan menggunakan berbagai keterampilan berpikir dalam pemecahan masalah yang berorientasi kepada situasi kehidupan yang berkelanjutan yaitu Model Pembelajaran ReCLif (Exploring Real Life Using Complex Thinking Skill dan Creating Solutions for Life Situation). Model Pembelajaran ReCLif dikembangkan dari integrasi strategi belajar mengajar berpikir kompleks 3C3R design problems dan 4C/ID (four-component instructional design). Model Pembelajaran ReCLif memiliki kelebihan sebagai pembelajaran aktif dan bermakna bagi siswa melalui proses pembelajaran yang menghadirkan situasi kehidupan nyata melalui penugasan yang terstruktur dan bertahap dari sederhana menuju kompleks dan melatih siswa mengembangkan berbagai keterampilan berpikir untuk melakukan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan penelitian pengembangan ini meliputi (1) menghasilkan Model Pembelajaran ReCLif yang valid (2) menghasilkan Model Pembelajaran ReCLif praktis dan (3) menghasilkan Model Pembelajaran ReCLif yang efektif. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan diadopsi dari model pengembangan Plomp (2013) yang terdiri atas tiga tahapan yaitu (1) penelitian pendahuluan (preliminary research) (2) fase pengembangan (prototyping phase) dan (3) fase penilaian (asessment phase). Fase penilaian pada penelitian pengembangan dilakukan uji efektivitas yang dirancang dengan desain eksperimen semu (non equivalent pretest postest control group design). Pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran ReCLif sebagai model eksperimen model creative problem solving sebagai kontrol positif dan model think pair share sebagai kontrol negatif. Sampel penelitian ini siswa kelas X yang belajar materi keragaman hayati dan pemanasan global semester Genap tahun Ajaran 2022/2023 di SMA Santu Petrus MAN 2 Pontianak dan SMA Islam Al-Bawari Kota Pontianak yang terbagi menjadi 9 kelas dengan total 319 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi (1) keterampilan berpikir kritis dengan soal esai sesuai standar dan indikator kinerja Facione (2015) (2) keterampilan berpikir kreatif dengan soal esai sesuai standar dan indikator kinerja Greenstein (2012) (3) pengambilan keputusan sosiosaintifik dengan soal esai sesuai standar dan indikator kinerja Eggert (2013) (4) hasil belajar kognitif dengan soal esai sesuai standar dan indikator kinerja Krathwohl (2002). Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) Model Pembelajaran ReCLif beserta perangkat pembelajaran Model Pembelajaran ReCLif valid untuk digunakan dalam proses pembelajaran (2) hasil uji kepraktisan pada keterlaksanaan sintaks model memperoleh rerata 100% berkategori ldquo sangat baik rdquo . Hasil tersebut didukung oleh respons siswa memperoleh rerata 99 29% berkriteria ldquo sangat kuat rdquo (3) hasil uji keefektifan diperoleh terdapat perbedaan signifikan nilai keterampilan berpikir kritis pada siswa antara kelas yang diberikan Model Pembelajaran ReCLif dibandingkan model creative problem solving dan model think pair share terdapat perbedaan signifikan nilai keterampilan berpikir kreatif pada siswa antara kelas yang diberikan Model Pembelajaran ReCLif model creative problem solving dan model think pair share terdapat perbedaan signifikan nilai pengambilan keputusan sosiosaintifik pada siswa antara kelas yang diberikan Model Pembelajaran ReCLif model creative problem solving dan model think pair share dan terdapat perbedaan signifikan nilai hasil belajar kognitif pada siswa antara kelas yang diberikan pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran ReCLif model creative problem solving dan model thinks pair share. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran ReCLif perangkat pembelajaran serta instrumen yang dikembangkan valid dan praktis untuk digunakan oleh guru dan siswa pada proses pembelajaran khususnya pada materi keragaman hayati dan pemanasan global. Model Pembelajaran ReCLif efektif dan lebih unggul dalam meningkatkankan keterampilan berpikir kritis berpikir kreatif pengambilan keputusan sosiosaintifik dan hasil belajar kognitif dibandingkan model creative problem solving dan think pair share. Peneliti merekomendasikan Model Pembelajaran ReCLif dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan bagi pendidik dalam upaya memberdayakan keterampilan berpikir kritis berpikir kreatif dan pengambilan keputusan sosiosaintifik. Kata Kunci ReCLif berpikir kritis berpikir kreatif pengambilan keputusan sosiosaintifik hasil belajar kognitif