Skripsi
Analisis regresi spasial terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Barat / Nadila Angelina Shintya Bella
Abstrak
Prevalensi stunting merupakan salah satu permasalahan fundamental yang masih menjadi fokus utama pemerintah Indonesia. Menurut data tahun 2022 permasalahan stunting merupakan permasalahan yang sangat krusial di Provinsi Kalimantan Barat karena memiliki prevalensi paling tinggi dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model terbaik dalam menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi stunting di Kalimantan Barat secara spasial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Buku Profil Kesehatan Kalimantan Barat Tahun 2022. Variabel dependen yang digunakan yaitu persentase prevalensi stunting. Variabel independen yang digunakan yaitu persentase bayi yang diberi ASI eksklusif persentase ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah persentase penduduk miskin dan jumlah sanitasi layak. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh model SLX yang menjadi model terbaik. Pemodelan SLX menunjukkan adanya spasial lag pada variabel independen yaitu variabel jumlah sanitasi layak. Variabel persentase ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah dan variabel jumlah sanitasi layak memiliki korelasi negatif. Selain itu variabel jumlah sanitasi layak pada wilayah yang bertetangga memiliki korelasi negatif. Sedangkan variabel persentase penduduk miskin memiliki korelasi positif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu prevalensi stunting di Kalimantan Barat dipengaruhi oleh faktor persentase Ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah persentase penduduk miskin dan jumlah sanitasi layak serta jumlah sanitasi layak di wilayah yang bertetangga pada tingkat signifikansi sebesar 5%. Sedangkan faktor persentase bayi yang diberi ASI eksklusif berpengaruh tidak signifikan terhadap prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Barat. Dari kesimpulan yang telah dipaparkan diharapkan tablet tambah darah dapat dikonsumsi ibu hamil dan masyarakat sebaiknya memiliki kesadaran untuk meningkatkan akses terhadap sanitasi layak bagi rumah tangga yang sanitasinya rendah di setiap kab/kota serta mengurangi angka kemiskinan untuk menekan angka stunting di provinsi Kalimantan Barat.