Skripsi
Penerapan genetic algorithm (GA) sebagai tuning pi dalam pengendalian daya sistem penyimpanan energi hybrid baterai dan superkapasitor pada photovoltaic (PV). / Dina Fitriansha Della
Abstrak
Pengendalian daya pada Power Management System (PMS) menjadi faktor kritis dalam sistem photovoltaic. Pengendalian daya sangat penting untuk mengurangi pemborosan energi dan memaksimalkan kinerja perangkat sistem penyimpanan energi. Penyimpanan energi dalam sistem photovoltaic yang menggunakan baterai dan superkapasitor (SC) memungkinkan penyimpanan pada saat tingkat radiasi matahari tinggi dan pelepasan energi saat produksi surya rendah atau malam hari. Untuk menciptakan solusi energi yang handal diperlukan metode khusus yang dapat digunakan pada pengendalian daya guna menjaga stabilitas ketersediaan energi dan mengurangi human error serta meningkatkan efisiensi waktu operasional. Pengendalian daya dapat dilakukan dengan cara menerapkan kendali proporsional-integral (PI) menggunakan metode Ziegler-Nichols Coefficient Diagram Method (CDM) dan Fuzzy Tuning yang termasuk ke dalam kategori metode konvensional. Meskipun metode konvensional telah berhasil digunakan dalam pengendalian daya metode tersebut kurang efisien dalam menanggapi fluktuasi daya yang cepat karena masih menghasilkan overshoot yang tinggi. Dengan adanya kekurangan tersebut maka dapat diatasi dengan teknik-teknik optimasi seperti Genetic Algorithm (GA). GA memiliki kapabilitas untuk menyelesaikan permasalahan yang sulit dipecahkan dengan menggunakan perhitungan matematika konvensional dan memberikan hasil yang optimal dalam konteks optimasi. Top of FormPada penelitian ini penerapan GA digunakan sebagai metode untuk mengoptimalkan nilai parameter Kp dan Ki pada kontroler PI dalam sistem PV yang dilengkapi dengan penyimpanan energi hybrid berupa baterai dan superkapasitor (SC) untuk meminimalkan kesalahan pengendalian dan meningkatkan respons sistem terhadap fluktuasi daya serta kondisi beban yang berubah-ubah. Hasil simulasi menggunakan pendekatan GA akan dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional yaitu trial and error berdasarkan nilai settling time dan peak overshoot yang dihasilkan.