Skripsi
Pariwisata di Batu 1931-1942 dan potensinya dalam pembelajaran sejarah kurikulum merdeka jenjang SMA / Dinda Nurhidayah
Abstrak
Kajian ini mengulas pemanfaatan sejarah yang ada disekitar peserta didik yang diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah merupakan tuntutan dari kurikulum merdeka. Dalam proses merekonstruksikan sejarah peserta didik akan lebih mudah jika diawali dengan sejarah lokal kemudian dihubungkan dengan sejarah nasional dan dunia. Dari berbagai literasi yang memuat sejarah pariwisata masih belum ada kajian yang berfokus mengenai pariwisata di kota Batu pada masa kolonial. Padahal kajian ini berpotensi besar sebagai sumber belajar sejarah yang dapat diterapkan dalam kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pariwisata di Batu 1931-1942 sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah kurikulum merdeka untuk jenjang SMA. Pada penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah milik Kuntowijoyo yang terdiri dari 5 tahapan yaitu pemilihan topik Heuristik (pengumpulan sumber) verifikasi interpretasi dan penulisan. Penulisan artikel bertujuan yaitu antara lain 1) Mengetahui perkembangan pariwisata di Batu 1931-1942) 2) Mengintegrasikan pariwisata di Batu 1931-1942 sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan menunjukan bahwa pembelajaran kurikulum merdeka memberikan tuntutan dalam capaian pembelajaran bahwa peserta didik harus menguasai muatan sejarah lokal untuk dihubungkan dengan sejarah nasional dan sejarah dunia. Pariwisata di Batu 1931-1942 sebagai sumber sejarah dibutuhkan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran karena menjelaskan kegiatan pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat pada masa kolonial. Kegiatan pariwisata merupakan salah satu gaya hidup dari orang-orang kolonial yang ada di Indonesia karena kebiasaan yang dibawa dari negara asalnya untuk melakukan liburan atau rekreasi. Pada Materi ini peserta didik akan dapat menghubungkan keterkaitan antara BOB yang berada pada tingkatan lokal kemudian dihubungkan dengan VTV yang berada pada tingkatan nasional. Hal ini sesuai dengan lingkup materi kolonisasi dan perlawanan Bangsa Indonesia fase F (Kelas XI) pada kurikulum merdeka. Bukti materi ini sesuai dengan lingkup materi kolonisasi dan perlawanan Bangsa Indonesia yaitu karena materi ini menunjukan bagaimana upaya pemerintah kolonial yang ingin mendapatkan keuntungan (kapitalisme) dari Indonesia dengan mengelola sumber daya pariwisatanya.