Disertasi
Pengaruh project based online learning dan self efficacy terhadap hasil belajar berpikir kritis siswa SMA kelas XI pada konsep dinamika gerak / Wahyu Hadi Pujianto
Abstrak
Penggunaan model pembelajaran berbasis proyek secara daring (online learning) telah menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan modern. Khususnya pada mata pelajaran fisika di mana pemahaman tentang konsep dinamika gerak membutuhkan kemampuan berpikir kritis yang kuat. Namun belum banyak penelitian yang secara khusus menginvestigasi pengaruh kombinasi antara model pembelajaran proyek berbasis online dengan tingkat self efficacy siswa terhadap hasil belajar kemampuan berpikir kritis mereka. Pemahaman yang mendalam tentang bagaimana interaksi antara model pembelajaran ini dan self efficacy siswa dapat memengaruhi pencapaian belajar mereka menjadi kunci untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dan relevan di era digital ini terutama di tingkat SMA di mana kemampuan berpikir kritis menjadi landasan penting untuk pemahaman konseptual yang mendalam dalam fisika Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk (1) Menguji perbedaan perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep Dinamika gerak mata pelajaran Fisika XI yang belajar menggunakan Project Based Learning secara Online dan Tatap Muka. (2) Menguji perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep Dinamika gerak mata pelajaran Fisika XI yang memiliki self efficacy tinggi sedang dan rendah.. (3) Menguji interaksi antara Project Based online Learning (PJBoL) dan self efficacy terhadap hasil belajar kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep Dinamika gerak mata pelajaran Fisika XI. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan subjek penelitian berupa peserta didik kelas XI SMAN 1 Kesamben yang terbagi menjadi 2 kelompok kelompok eksperimen (70 peserta didik) dan kelompok kontrol (70 peserta didik). Pembelajaran dilakukan selama 6 kali pertemuan dengan menggunakan materi yang sama. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model PjBoL sedangkan variabel dependen adalah kemampuan berpikir kritis peserta didik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANCOVA dua jalur untuk mengevaluasi hubungan dan interaksi antara variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep Dinamika Gerak dalam mata pelajaran Fisika XI antara yang belajar menggunakan Project Based Learning secara Online (PJBoL) dan secara tatap muka (2) terdapat pula perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep Dinamika Gerak dalam mata pelajaran Fisika XI berdasarkan tingkat self-efficacy (tinggi sedang rendah) (3) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran (Project Based Learning Online dan Tatap Muka) dan tingkat self-efficacy (tinggi sedang rendah) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep Dinamika Gerak dalam mata pelajaran Fisika XI. Atas dasar temuan tersebut disarankan Model PjBL yang dilakukan secara tatap muka adalah salah satu model yang cocok untuk peserta didik milenial dan telah terbukti memiliki hasil belajar berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang diajarkan dengan Model PjBL yang dilakukan secara online. Oleh karena itu model ini dapat dipilih sebagai salah satu model alternatif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran utamanya pada materi pembelajaran yang memiliki tipe isi konseptual. Meskipun demikian pendidik tetap harus mempertimbangkan bagaimana model tersebut digunakan.