Skripsi
Korelasi antara minat baca dengan kemampuan literasi membaca siswa kelas IX SMP Negeri 11 Malang / Agnesia Nanda Novitasari
Abstrak
Reading Literacy Study (PIRLS) pada 2011 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat 41 dari 45 negara dan dari hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2018 Indonesia menduduki peringkat 74 dari 79 negara untuk kategori membaca. Berdasarkan permasalahan terkait rendahnya kemampuan literasi membaca serta minat baca penelitian ini mengangkat topik mengenai korelasi antara minat baca dengan kemampuan literasi membaca dengan objek penelitian siswa kelas IX SMP Negeri 11 Malang. Tujuannya adalah untuk mengetahui minat baca serta kemampuan literasi membaca siswa SMP Negeri 11 Malang serta seberapa signifikan hubungan antara minat baca dengan kemampuan literasi membaca. Penelitian ini akan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional untuk menguji antara minat baca sebagai variabel bebas (X) dan kemampuan literasi membaca sebagai variabel terikat (Y). Peneliti menggunakan teknik random sampling pada populasi kelas IX SMP Negeri 11 Malang yang berjumlah 259 siswa sampel yang diambil sebanyak 91 siswa. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment didapatkan skor pearson correlation antara minat membaca dan kemampuan literasi membaca sebesar 0 353 dengan nilai signifikansi data sebesar 0 001. Nilai sig.(2-tailed)menunjukkan bahwa variabel minat baca memiliki hubungan dengan variabel kemampuan literasi membaca karena nilai sig.0 05. Kemudian berdasarkan pedoman klasifikasi korelasi variabel X memiliki hubungan yang rendah terhadap variabel Y atau dengan kata hubungan yang terjalin antara dua variabel rendah. Hasil analisis korelasi antara minat membaca dengan kemampuan literasi membaca siswa kelas IX SMP Negeri 11 Malang tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Hubungan terjalin namun tingkat signifikansi 0 353 dengan signifikansi 0 001. berdasarkan pedoman interpretasi korelasi 0 200-0 399 dianggap rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca tidak hanya dipengaruhi oleh tingginya minat baca. Literasi membaca mungkin dapat ditumbuhkan meningkatkan minat baca sebagai acuan dasar akan tetapi diperlukan banyak aspek mungkin seperti motivasi berpikir kreatif wawasan kebahasaan dan lain sebagainya.