Skripsi
Pengembangan bahan ajar reaksi reduksi oksidasi berbasis explicit scientific inquiry instruction (ESII) yang berorientasi literasi sains / Ahsanah Amalia
Abstrak
Ciri penting kurikulum yang telah menerapkan kompetensi dan keterampilan abad 21 adalah pembelajaran sepanjang hayat yang bermakna proses pembelajaran berlangsung selamanya serta menerapkan konsep literasi sains yang inovatif. Hasil dari penelitian PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik Indonesia masih sangat rendah. Hal ini menandakan bahwa peserta didik mempunyai motivasi belajar rendah belum mampu menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari dan belum siap bersaing secara global. Salah satu strategi pembelajaran baru yang mengadaptasi inkuiri ilmiah adalah Explicit Scientific Inquiry Instruction (ESII) mampu mengembangkan pengetahuan dengan inkuiri terbimbing dan memecahkan masalah yang menjadi hasil pembelajaran literasi ilmiah. Model pembelajaran ESII terdapat 3 tahapan yang dibagi menjadi 6 fase pembelajaran yakni orientasi konseptualisasi investigasi konstruksi argumen/penyusunan validasi investigasi dan pengayaan. Materi redoks merupakan salah satu materi yang peserta didik mengalami kesulitan. Model pembelajaran efektif jika ditunjang dengan penggunaan bahan ajar. Bahan ajar dirancang dengan baik agar tujuan pembelajaran tercapai dan mempermudah proses kegiatan pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar redoks berbasis ESII yang mampu meningkatkan literasi sains atau literasi sains. Penelitian menggunakan model pengembangan Penelitian menggunakan model pengembangan 4 STMD oleh Sjaeful Anwar dengan empat tahapan yakni 1) tahap seleksi (2) tahap strukturisasi (3) tahap karakterisasi dan (4) reduksi didaktik. Dengan keterbatasan waktu dan biaya maka pengembangan bahan ajar ini hanya akan dilakukan sampai tahap develop yaitu uji validitas ahli dan uji keterbacaan oleh siswa. Uji validitas dilakukan oleh seorang dosen kimia Universitas Negeri Malang dan seorang guru SMAN 3 Malang sedangkan uji keterbacaan dilakukan pada 18 peserta didik SMAN 3 Malang yang menggunakan skala likert. Hasil uji validitas oleh ahli memperoleh skor rata-rata 85% dengan kategori sangat layak. Uji keterbacaan menunjukkan kriteria sangat layak dengan nilai rata-rata 83% Ini menunjukkan bahan ajar yang disusun dapat diuji coba keefektifannya dalam kelas.