Skripsi
Transfer pengetahuan dan keterampilan tenun ikat dalam mewujudkan desa wisata industri di Kampung industri tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri / Aniq Nurul Fajar
Abstrak
Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri merupakan usaha turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Untuk mendukung pelestariannya Pemerintah Kota Kediri menjadikan Bandar Kidul sebagai Kampung Industri Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transfer pengetahuan dan keterampilan tenun ikat dalam mewujudkan desa wisata industri di Kampung Industri Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan kuisioner yang dilakukan kepada 72 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling sampel yang ditentukan adalah karyawan yang membuat kain tenun ikat di Kampung Industri Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif pada dua variabel bebas yaitu transfer pengetahuan (X1) dan transfer keterampilan (X2). Hasil data dikategorikan menjadi tinggi sedang dan rendah dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) transfer pengetahuan tenun ikat yang terjadi di Kampung Industri Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri untuk kategori ldquo Tinggi rdquo sebanyak 12 pekerja dengan persentase 16 7 % kategori ldquo Sedang rdquo sebanyak 52 pekerja dengan persentase 72 2% dan kategori ldquo Rendah rdquo sebanyak 8 pekerja dengan persentase 11 1% (2) transfer keterampilan tenun ikat yang terjadi di Kampung Industri Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri untuk kategori ldquo Tinggi rdquo sebanyak 14 pekerja dengan persentase 19 4 % kategori ldquo Sedang rdquo sebanyak 52 pekerja dengan persentase 72 2% dan kategori ldquo Rendah rdquo sebanyak 6 pekerja dengan persentase 8 3%. Dari hasil penelitian saran yang dapat diberikan yaitu (1) Meningkatkan transfer pengetahuan dengan mempersiapkan materi dengan matang agar saat proses pelatihan berlangsung pekerja baru tenun ikat dapat menyerap informasi terkait menenun dengan lebih baik (2) Meningkatkan transfer keterampilan dengan mempersiapkan latihan menenun secara langsung dengan memperhatikan kesulitan yang akan dihadapi oleh pekerja baru agar pelatih dapat memberikan solusi terbaik saat pelatihan berlangsung sehingga pekerja baru dapat lebih cepat mahir dalam melakukan pekerjaannya.