Skripsi
Hubungan self-regulated learning dan berpikir kritis dengan keterampilan pengambilan keputusan karir peserta didik SMA / SYAMSUL MAARIF
Abstrak
ABSTRACT Maarif S. 2024. Hubungan Self-Regulated Learning dan Berpikir Kritis dengan Keterampilan Pengambilan Keputusan Karir Peserta Didik SMA. Skripsi Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Devy Probowati S.Pd M.Pd. (II) Dra. Ella Faridati Zen M.Pd. Kata kunci Self-Regulated Learning Berpikir Kritis Keterampilan Pengambilan Keputusan Karir Mengambil penelitian dengan tiga variabel yaitu Self-Regulated Learning (SRL) berpikir kritis dan keterampilan pengambilan keputusan karir karena ketiga aspek ini saling terkait dalam pendidikan dan pengembangan diri Peserta didik. SRL membantu peserta didik mengelola pembelajaran mandiri berpikir kritis memungkinkan analisis informasi yang mendalam dan keterampilan pengambilan keputusan karir penting untuk masa depan mereka. Penelitian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang interaksi ketiga faktor tersebut dalam mendukung keberhasilan akademik dan profesional persta didik. Self-regulated learning (SRL) berperan penting dalam pengambilan keputusan karir dengan membantu individu merencanakan memantau dan mengevaluasi pilihan karir mereka secara mandiri dan terstruktur. Berpikir kritis juga memainkan peran krusial dengan memungkinkan individu untuk menganalisis informasi mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan membuat keputusan yang logis dan tepat. Tujuan utama peneliti untuk mengetahui hubungan self-regulated learning (SRL) dan berpikir kritis dengan keterampilan pengambilan keputusan karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 418 seluruh kelas XI SMAN 1 Lawang terdiri dari 12 kelas terbagi menjadi 3 kelas MIPA IPS dan Bahasa. Metode pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sebanyak 102 peserta didik terdiri dari kelas XI MIPA 4 XI IPS 2 dan Bahasa yang telah diundi menggunkan spin website. Instrumen penelitian menggunakan skala self-regulated learning (SRL) skala berpikir kritis dan skala keterampilan pengambilan keputusan karir. Uji coba instrumen dilakukan di kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Lawang sebanyak 36 peserta didik dengan menggunakan google form. Instrumen tersebut digunakan untuk melihat validitas dan reliabilitas sebelum melakukan penelitian guna melihat valid atau tidaknya item pernyataan dalam instrumen. Jumlah instrument sebanyak 25 item pada self-regulated learning (SRL) dinyatakan valid dan reliabel sebanyak 35 item pada berpikir kritis dinyatakan valid dan reliabel dan sebanyak 23 item pada keterampilan pengambilan keputusan karir dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data menggunakan analisis deskrtiptif dan korelasi. Uji prasyarat berupa uji normalitas uji linearitas uji multikolinearitas dan uji heterokedastisitas. Dari hasil penelitian pertama self-regulated Learning (X1) dengan keterampilan pengambilan keputusan (Y) sig 0 000 lt 0 05. Sedangkan hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa berpikir kritis (X2) dengan keterampilan pengambilan keputusan (Y) didapat sig 0 00 lt 0 05. Kemudian hipotesis ketiga menunjukkan adanya hubungan antara Self-regulated Learning (X1) dan Berpikir kritis (X2) terhadap keterampilan pengambilan keputusan (Y). Didapat nilai kurang 0 001 lt 0 05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) terdapat hubungan antara self-regulated learning (SRL) dengan keterampilan pengambilan keputusan karir peserta didik SMA (2) terdapat hubungan antara berpikir kritis dengan keterampilan pengambilan keputusan karir peserta didik SMA (3) terdapat hubungan secara simultan atau serentak antara self-regulated learning (SRL) dan berpikir kritis dengan keterampilan pengambilan keputusan karir peserta didik SMA. Saran untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas subjek penelitian SMA di kota atau kabupaten malang. Saran untuk guru bimbingan dan konseling adalah merancang layanan bimbingan dan konseling yang dapat membantu dalam perencanaan karir dengan pengambilan keputusan yang sesuai dengan peserta didik serta memperhatikan aspek self-regulated learning (SRL) dan berpikir kritis. Layanan perencanaan individual dapat membantu peserta didik untuk mengambil keputusan karir yang sesuai dengan minatnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang komprehensif tentang berbagai karir mengajak siswa untuk melakukan eksplorasi minat dan bakat mereka serta memberikan latihan simulasi pengambilan keputusan karir peran guru BK atau Konselor berperan penting dalam mengidentifikasi potensi dalam diri siswa dan mengembangkannya sehingga mampu memudahkan siswa dalam menentukan karir atau keputusan yang akan diambilnya.