Skripsi
Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran sejarah kelas X di SMAN 4 Bojonegoro / Antania Hanjani Febriyanti
Abstrak
Kurikulum Merdeka dapat diartikan kebebasan dalam berpikir dan kebebasan untuk berinovasi. Kurikulum ini baru disahkan pada tahun 2022 lalu yang dianggap sebagai terobosan baru pasca terjadinya pandemi Covid-19. Akan tetapi kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. SMAN 4 Bojonegoro merupakan sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Dengan penerapan kurikulum ini justru menimbulkan berbagai permasalahan baru baik yang dialami oleh sekolah maupun guru mata-pelajaran sejarah sehingga penelitian ini perlu untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengimplementasian Kurikulum Merdeka pada pembelajaran sejarah di kelas X dan faktor pendukung dan penghambat proses pengimplementasian Kurikulum Merdeka pada pembelajaran sejarah kelas X di SMAN 4 Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah waka kurikulum guru sejarah dan peserta didik kelas X SMAN 4 Bojonegoro. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data sajian data penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran sejarah di SMAN 4 Bojonegoro dibagi menjadi tiga tahap yaitu perencanaan pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan guru membagi proses pembelajaran menjadi tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan kegiatan inti dan kegiatan penutup. Guru juga telah berusaha untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan minat gaya belajar dan kebutuhan peserta didik. Selain itu guru juga telah melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berdiferensiasi meskipun masih berproses untuk dilakukan. (2) Dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka terdapat faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yang paling utama adalah guru-guru memerima kurikulum ini dengan baik dan berusaha bersama melaksanakan kurikulum ini. Sedangkan faktor penghambat yang paling dirasakan oleh guru adalah pelaksanaan projek. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 4 Bojonegoro berjalan dengan baik meskipun belum sempurna dan masih berproses. Saran dalam penelitian ini adalah adanya sosialisasi dan komunikasi dengan lebih baik dan berkala sehingga dalam pengimplementasian kurikulum ini tidak ada lagi kendala yang dialami oleh guru khususnya guru sejarah.