Skripsi
Pengaruh penggunaan serbuk dry cell sebagai pengikat terak pada pengecoran logam terhadap kualitas hasil coran logam al-si berbasis piston bekas / Jimy Rafi Kantri
Abstrak
Aluminium merupakan logam non ferro yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Aluminium dipergunakan dalam bidang yang luas. Material ini memiliki sifat yang ringan lunak mudah dibentuk memiliki daya konduktivitas yang tinggi. Material ini dapat mudah dibentuk melalui proses pencetakan. Dalam proses pencetakan sering terjadinya cacat yang disebabkan oleh terbentuknya rongga maupun penyusutan. Hal ini sangat merugikan karena bisa mengakibatkan hasil coran yang kurang bagus dan cacat coran karena unsur sebagai pengotor. Salah satu cara untuk memnimalisir cacat-cacat pada hasil coran adalah menggunkan fluks. Fluks merupakan sebagai pengikat terak dan fungsi fluks dapat digantikan oleh serbuk dry cell. Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat unsur penambahan serbuk dry cell yang tepat dan dapat menghasilkan fluiditas yang baik memiliki cacat coran yang paling minim mengetahui struktur makro dan mikro pada pengecoran logam AI-Si. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Desain penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study. Setelah diberikan perlakuan spesimen akan dianalisis secara visual. Selain itu dilakukan pula pengujian fluiditas permukaan foto mikro dan foto makro untuk melihat cacat yang terjadi secara lebih detail. Bedasarkan dari hasil penelitian yang didapat nilai uji fluiditas paling tinggi terdapat pada spesimen coran yang penambahan serbuk dry cell 0 2% memiliki panjang total 450 mm lebar total 81 3 mm dan tebal total 19 2 mm. Spesimen dengan penambahan serbuk dry cell 0 2% merupakan spesimen yang memiliki jumlah cacat paling sedikit. Cacat yang muncul setelah dilakukan pemeriksaan adalah cacat rongga cacat struktur terbuka penyusutan cacat inklusi pasir. Adapun data yang didapat dari foto makro dan mikro menunjukan bahwa spesimen dengan penambahan serbuk dry cell 0 2% merupakan hasil yang paling baik.