Skripsi
Meaning of life konselor pemula: studi fenomenologi di SMK swasta Malang Raya / Fathia Majida Thoyyib
Abstrak
Thoyyib Fathia Majida. 2024. Meaning of Life Konselor Pemula Studi Fenomenologi di SMK Swasta Malang Raya. Skripsi Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Nur Hidayah M.Pd (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd Kata Kunci meaning of life konselor pemula kompetensi bimbingan dan konseling SMK Meaning of life atau makna hidup dapat ditemukan pada setiap peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan individu baik dalam keadaan bahagia maupun dalam keadaan terpuruk. Keberadaan makna hidup ini perlu bagi seluruh individu tidak terkecuali konselor. Pada Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 terdapat beberapa kualifikasi kompetensi konselor yang berjumlah 17 poin. Konselor dapat merasa kesusahan saat memenuhi tuntutan tersebut terutama konselor pemula. Konselor pemula yang belum familiar dengan profesional role-nya merasakan antusiasme dan insekuriti secara bersamaan. Adanya meaning of life ini akan membantu konselor memenuhi kualifikasi tersebut dengan lebih mudah. Fokus penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui meaning of life dari konselor pemula SMK Swasta di Malang Raya. Penelitian meaning of life ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain metode yaitu studi fenomenologi. Pemilihan subjek menggunakan teknik snowball sampling. Subjek penelitian merupakan konselor pemula yang berada di Malang Raya dengan rentang waktu bekerja menjadi konselor dibawah 5 tahun. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam observasi partisipan dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yaitu reduksi data penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belum semua konselor pemula mampu untuk memenuhi nilai kreatif yang ada di kompetensi konselor disebabkan situasi dan kondisi sekolah masing-masing subjek yang belum memberi fasilitas. Pada nilai penghayatan menunjukkan bahwa konselor pemula sudah memperlihatkan usaha untuk menghayati dirinya dilihat dari profesinya sebagai konselor dengan menunjukkan keobjektifan dan toleransi serta penguasaan terhadap prinsip-prinsip pendidikan dan esensi dari layanan bimbingan dan konseling. Nilai bersikap menunjukkan konselor pemula sudah berusaha untuk menampilkan kepribadian yang berkualitas tinggi kinerja yang baik dan aktif pada kegiatan sosial seperti MGBK di Malang Raya meskipun belum semua kualifikasi kompetensi terpenuhi oleh konselor pemula. Temuan pada penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih lanjut mengenai meaning of life dari konselor madya dan konselor senior dapat berupa kajian mengenai perbedaan meaning of life konselor pemula yang memiliki konselor senior dengan konselor pemula yang tidak memiliki konselor senior. Selanjutnya penelitian ini dapat digunakan dan konselor pemula sebagai refleksi diri agar dapat menjalankan tugas konselor dengan lebih baik dan sesuai kualifikasi konselor dengan menemukan meaning of life yang terkandung pada setiap kompetensi. Thoyyib Fathia Majida. 2024. Meaning of Life Konselor Pemula Studi Fenomenologi di SMK Swasta Malang Raya. Skripsi Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Nur Hidayah M.Pd (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd Kata Kunci meaning of life konselor pemula kompetensi bimbingan dan konseling SMK Meaning of life atau makna hidup dapat ditemukan pada setiap peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan individu baik dalam keadaan bahagia maupun dalam keadaan terpuruk. Keberadaan makna hidup ini perlu bagi seluruh individu tidak terkecuali konselor. Pada Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 terdapat beberapa kualifikasi kompetensi konselor yang berjumlah 17 poin. Konselor dapat merasa kesusahan saat memenuhi tuntutan tersebut terutama konselor pemula. Konselor pemula yang belum familiar dengan profesional role-nya merasakan antusiasme dan insekuriti secara bersamaan. Adanya meaning of life ini akan membantu konselor memenuhi kualifikasi tersebut dengan lebih mudah. Fokus penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui meaning of life dari konselor pemula SMK Swasta di Malang Raya. Penelitian meaning of life ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain metode yaitu studi fenomenologi. Pemilihan subjek menggunakan teknik snowball sampling. Subjek penelitian merupakan konselor pemula yang berada di Malang Raya dengan rentang waktu bekerja menjadi konselor dibawah 5 tahun. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam observasi partisipan dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yaitu reduksi data penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belum semua konselor pemula mampu untuk memenuhi nilai kreatif yang ada di kompetensi konselor disebabkan situasi dan kondisi sekolah masing-masing subjek yang belum memberi fasilitas. Pada nilai penghayatan menunjukkan bahwa konselor pemula sudah memperlihatkan usaha untuk menghayati dirinya dilihat dari profesinya sebagai konselor dengan menunjukkan keobjektifan dan toleransi serta penguasaan terhadap prinsip-prinsip pendidikan dan esensi dari layanan bimbingan dan konseling. Nilai bersikap menunjukkan konselor pemula sudah berusaha untuk menampilkan kepribadian yang berkualitas tinggi kinerja yang baik dan aktif pada kegiatan sosial seperti MGBK di Malang Raya meskipun belum semua kualifikasi kompetensi terpenuhi oleh konselor pemula. Temuan pada penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih lanjut mengenai meaning of life dari konselor madya dan konselor senior dapat berupa kajian mengenai perbedaan meaning of life konselor pemula yang memiliki konselor senior dengan konselor pemula yang tidak memiliki konselor senior. Selanjutnya penelitian ini dapat digunakan dan konselor pemula sebagai refleksi diri agar dapat menjalankan tugas konselor dengan lebih baik dan sesuai kualifikasi konselor dengan menemukan meaning of life yang terkandung pada setiap kompetensi.