Skripsi
Kepribadian dan problematika kejiwaan tokoh dalam novel terjemahan i want to die, but i want to eat tteokpokki (죽고 싶지만 떡볶이는 먹고 싶어) karya baek se hee / Della Patricia Brajaningrum
Abstrak
Penelitian ini berisi analisis karakter tokoh utama dalam novel terjemahan I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki ( ) karya Baek Se Hee. Pendekatan yang digunakan ialah psikologi sastra dengan teori kepribadian Sigmund Freud yang mencakup id ego dan super-ego. Melalui analisis ini dikaji bagaimana perilaku dan interaksi tokoh dalam novel mencerminkan konsep-konsep psikologis yang ditemukan dalam teori Sigmund Freud. Tujuan utama penelitian ini ialah untuk memperdalam pemahaman terhadap karya sastra sebagai medium yang mencerminkan kompleksitas manusia melalui narasi karakter. Selain itu penelitian ini juga relevan dalam konteks pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia khususnya dalam pengembangan keterampilan analisis dan interpretasi karya sastra. Program P5 diakitakan dengan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia contohnya melakukan analisis sastra. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif jenis kepustakaan dengan fokus pada konsep psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan novel sebagai sumber data. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengungkap aspek psikologi tokoh utama dalam novel dengan menggunakan instrumen berupa tabel data. Hasil analisis data menunjukkan adanya pola-pola pemikiran dan perilaku tokoh yang dapat dihubungkan dengan teori-teori psikologi Sigmund Freud. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh dalam novel memiliki kepribadian pemikiran hitam putih generalisasi yang berlebihan hingga ambivalensi. Selain itu ditemukan juga problematika kejiwaan seperti depresi dan distimia. Keduanya berkaitan dengan peran id ego dan super-ego dalam perilaku tokoh. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kompleksitas karakter dalam konteks psikologi sastra dan dampaknya terhadap naratif keseluruhan. Novel ini merupakan karya pengembangan diri berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Penelitian ini mengidentifikasi seratus sebelas data terkait dengan aspek psikologis tersebut. Selain itu juga menunjukkan kompleksitas dan relevansi novel ini dalam konteks pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.