Skripsi
Indeks plastisitas dan daya dukung tanah lempung di Desa Bulutigo, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan yang distabilisasi menggunakan kapur tohor dan fly ash / Athallah Zufar Rafid Raihan
Abstrak
Tanah dasar berperan penting dalam suatu konstruksi perkerasan jalan karena berfungsi untuk menerima beban di atasnya. Tanah yang berada di Desa Bulutigo Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan memiliki karakter yang tidak stabil atau biasa disebut dengan tanah gerak (Manshuri 2023). Uji pendahuluan menunjukkan bahwa Indeks Plastisitas (IP) tanah tersebut sebesar 30 52%. Menurut Klasifikasi AASHTO tanah ini termasuk dalam kategori A-7-6 (14) sehingga tergolong jenis tanah lempung dan buruk apabila digunakan sebagai tanah dasar. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan stabilisasi tanah menggunakan kapur tohor (KT) dan fly ash (FA). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai IP dan Daya Dukung Tanah (DDT) yang distabilisasi menggunakan kapur tohor dan fly ash. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental. Penambahan persentase stabilisator adalah KT FA (0% 0%) (5% 5%) (5% 7 5%) (5% 10%) (5% 12 5%) dan dilakukan pemeraman selama 7 hari. Nilai IP diperoleh melalui perhitungan uji batas cair (LL) dan batas plastis (PL) sedangkan nilai DDT didapatkan melalui hasil konversi dari pengujian California Bearing Ratio (CBR) unsoaked (tidak direndam). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan terhadap nilai IP. Variasi tanah asli yang memiliki nilai IP sebesar 30 52% turun hingga 7 00% pada variasi sampel dengan penambahan KT FA (5% 7 5%). Nilai tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai tanah dasar. Sementara itu nilai DDT mengalami peningkatan pada variasi sampel KT FA (5% 5%) dari nilai DDT tanah asli sebesar 7 38 kg/cm2 menjadi 7 81 kg/cm2 dengan nilai CBR yang didapatkan sebesar 26 41%. Berdasarkan ketentuan dari Bina Marga (2020) nilai CBR minimum untuk tanah dasar adalah 12% sehingga hasil yang didapatkan sudah memenuhi syarat minimum tersebut.