Skripsi
Pengelolaan program skill house sebagai upaya dalam meningkatkan hard skill peserta didik (studi kasus di SMAN 1 Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi) / Dila Maya Puspita
Abstrak
Kompetensi keterampilan pada masa kini diperlukan oleh peserta didik terutama bagi peserta didik yang hanya mendapatkan kecakapan teori dari hasil belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebagai inovasi terkini untuk menambah keterampilan program double track hadir untuk SMA dengan menyelenggarakan program dengan dua jalur yaitu pendidikan formal dan pendidikan keterampilan. Kegiatan double track dalam konteks ini dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan terhadap bidang yang dipilih. Salah satu sekolah yang menyelenggarakan program double track adalah SMAN 1 Purwoharjo dimana pelaksanaan program sudah berjalan dari tahun 2020 yang kemudian bersulih menjadi program skill house. Fokus penelitian ini adalah (1) dasar pelaksanaan program skill house sebagai upaya untuk meningkatkan hard skill peserta didik di SMAN 1 Purwoharjo (2) pengelolaan program skill house sebagai upaya dalam meningkatkan hard skill peserta didik di SMAN 1 Purwoharjo (3) indikator keberhasilan pelaksanaan program skill house sebagai upaya dalam meningkatkan hard skill peserta didik di SMAN 1 Purwoharjo dan (4) faktor pendukung dan faktor penghambat pengelolaan program skill house sebagai upaya untuk meningkatkan hard skill peserta didik di SMAN 1 Purwoharjo. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Peneliti melakukan pengumpulan data melalui teknik wawancara observasi dan dokumentasi dengan waka kurikulum sebagai informan kunci serta koordinator program instruktur dan peserta didik sebagai informan pendukung. Untuk analisis data dilakukan dengan bertahap mulai dari pengumpulan data kondensasi data penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini adalah (1) uji kredibilitas (2) uji keteralihan (3) uji ketergantungan dan (4) uji konfirmabilitas. Hasil penelitian yang diperloeh antara lain (1) dasar pelaksanaan program skill house di SMAN 1 Purwoharjo adalah inovasi dari kepala sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan mutu peserta didik baik akademik ataupun non akademik terutama untuk meningkatkan skill bagi peserta didik yang tidak berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pada awalnya terdapat dua jurusan yaitu tata busana dan pengelasan namun pada tahun ajaran baru 2023/2024 menambah jurusan tata boga. Dasar pemilihan ketiga jurusan tersebut adalah adanya kemungkinan mudah mencari lapangan pekerjaan di sekitar lokasi sekolah. Program double track ndash dalam kasus ini adalah program skill house adalah bagian dari program 70% lolos SNPMB terintegrasi program asistensi UTBK dan rumah terampil (skill house) untuk meningkatkan mutu lulusan SMAN 1 Purwoharjo (2) proses pengelolaan dilakukan mulai dari perencanaan dengan melaksanakan rapat pada awal tahun ajaran untuk menentukan jadwal pembiayaan serta pendataan jurusan. Pengorganisasian pada sumber daya manusia (SDM) adalah dengan membentuk tim pelaksana yang terdiri dari penanggung jawab ketua sekretaris bendahara anggota kemudian di tim rumah terampil dibagi kembali dengan koordinator program anggota perlengkapan serta pengajar. Untuk non SDM adalah pengaturan data inventaris peralatan program. Pelaksanaan sesuai dengan jadwal pada perencanaan dengan materi dari modifikasi oleh instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kab. Banyuwangi (BPVP Banyuwangi) dengan metode ajar ceramah dan demonstrasi. Pengawasan dilaksanakan pada setiap pertemuan dan mendekati akhir tahun ajaran (3) indikator keberhasilan dilihat dari capaian peserta didik pada standar kompetensi jurusan yang dipilih yang tertera pada sertifikat masing-masing (4) faktor pendukung pengelolaan program adalah adanya persetujuan wali kerja sama dengan pihak luar kemauan dari peserta didik dan fasilitas yang memadai. Faktor penghambat terletak di jam pelaksanaan yang kurang efektif waktu yang cukup singkat dan kedisiplinan siswa yang kurang. Berdasarkan hasil penelitian peneliti menyarankan kepada (1) peserta didik SMAN 1 Purwoharjo untuk memanfaatkan program peningkatan skill dari sekolah secara gratis serta bertanggung jawab penuh atas keputusan yang diambil (2) instruktur program skill house di SMAN 1 Purwoharjo untuk menyesuaikan kelas agar peserta didik nyaman untuk mendapatkan keterampilan (3) Kepala SMAN 1 Purwoharjo untuk melakukan riset ulang mengenai pilihan jurusan yang diambil disesuaikan dengan kebutuhan zaman (4) Ketua Departemen Administrasi Pendidikan disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber rujukan terkait dengan program double track (5) peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian lanjutan terkait hal yang belum terungkap dalam penelitian ini.